Selasa, 16 Agustus 2016

Balik Kampung dan Melepas Rindu



Uwa Amin, Aku, Zaky, dan Mbak ku ( Lokasi rumah sawah)


Apa momen yang paling ditunggu setiap ramadhan ?
.
.
Momen yang paling ditunggu tiap tahun bagi anak rantau adalah pulang kampong, termasuk aku. Pulang kampong menjadi tradisi bagi kebanyakan masyarakat Indonesia atau dunia pada momen atau peristiwa-peristiwa besar,  kalau di Indonesia arus balek kampong terjadi pada hari raya dan natal pun diluar negeri tak jauh berbeda. Jauhnya jarak dan lelahnya perjalanan adalah ujian yang harus ditempuh untuk sekedar melepas rindu dan berkah silaturahmi, karena sejatinya obat kerinduan paling ampuh adalah bertemu dengan orang yang dirindu.  

Pada ramadahan tahun ini aku pulang ke tempat bapak dan ibu  berasal, Subang Jawa Barat. Keluarga kami adalah keluarga transmigran era presiden Soeharto yang sudah menetap puluhan tahun di Riau. Nah, berhubung tugas  untuk tugas akhir belum selesai akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke tempat nenek.

Ada yang berubah setiap kali berkunjung ke Subang, mushola disamping rumah yang sudah tampak bagus, beberapa sudut desa yang tak lagi kumuh, dan pohon mangga di halaman rumah yang semakin menjulang. Namun, ada yang tidak berubah dari desa di tepi jalur pantura ini yaitu hamparan sawah yang menghijau dan kuliner yang tak lekang oleh waktu. Salah satu jajanan favorit ku selama disini adalah dongkal, jajanan yang berbahan utama tepung beras ini cocok sekali dinikmati saat pagi hari. 

Aku berangkat ke Subang ditemani oleh mbakyu ku, mba Fariha namanya. Beliau ini yang sekarang menjadi support system selama di Jogja, mba juga yang sibuk menyiapkan buah tangan dan tetek bengek lainnya untuk family

Selama seminggu di Subang aku tak merencanakan untuk pergi jalan-jalan ke tempat hits dan tempat gahol lainnya, aku ingin menikmati momen silaturahmi ini sepenuhnya. Berkunjung ke tempat saudara, menikmati nuansa pedesaan, dan bermain dengan para ponakan.
Selama di Subang ada dua tempat wajib dikunjungi yaitu rumah sawah dan rumah pak kyai. 

Umah sawah ( Umah = Rumah)
Sebenarnya ini adalah rumah kakak bapak, kita biasa menyebut umah sawah karena memang lokasinya ditengah sawah. Saat di umah sawah suasana begitu tradisional dengan rumah yang sederhana, atap genteng, dan lantai yang belum di plester, uwa juga memelihara bebek dan ayam kampong, tanaman sayuran, dan buah-buahan lokal. Suasana begitu desa, dan ini yang bikin betah.
Suplai bebek dan ayam saat ada saudara berkunjung ke Subang dipasok dari umah sawah, termasuk saat aku dan mba Fariha datang, hehe.

Uwa amin, selalu menceritakan tentang perjuangannya dulu saat masih tinggal bersama bapak dan nenek. Mendengar cerita beliau memberikan inspirasi padaku untuk selalu semangat dan ikhtiar dalam mengejar impian, tak ada yang tak mungkin jika kita mau berusaha. Uwa amin adalah sosok yang sederhana dan bersahaja.

Ku hirup lagi teh melati yang diracik oleh istri uwa, wangi, dan nikmat. Senikmat suasana senja di sore hari, ya sore hari dirumah sawah.

Ruh layaknya Handphone, butuh di charge agar tetap hidup, dengan silaturahmi. ( Haha, analogi macam apa ini)

Pak Kyai Jahidin Fattawi (Tengah) dan aku


Rumah Pak Kyai.
Hikmah silaturahmi pada suatu pengajian yang pernah aku ikuti adalah menambah kawan, memanjangkan umur, dan dimudahkan rezekinya. 

Tempat selanjutnya adalah pak Kyai (Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebondanas Pusakanegara), beliau merupakan sahabat bapak. Beliau sering sekali berkunjung ke rumah (Riau) karena seringnya aku mengenal dekat beliau, beliau sudah aku anggap bapak. Ini adalah kali kedua aku silaturahim ke tempat beliau. Rencana awal saat aku akan ke Subang bapak menelfon pak Kyai untuk mengabarkan berita tersebut, dan aku ditawarkan untuk tinggal di pondok selama liburan di Subang.

Wejangan-wejangan beliau selalu kutunggu, beberapa nasihat yang beliau sampaikan salah satunya adalah tentang kesederhanaan. Arane wong nuntut ilmu iku prihatin lan sabar, nang Hamid lamon bisa nglakoni insha Allah hasil maqsud. Dan wejangan-wejangan lainnya.

Aku melihat bapak dan pak yai adalah sahabat yang saling mendukung saat suka dan duka, #friendshipgoal banget lah. Alhamdullillah, semoga Allah memberkahi beliau.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar