Senin, 03 Desember 2012

Indonesia Youth Leadership Conference, Jakarta 2012

Hi lovely readers, I just wanna share what I've done in the past a week . I participated at a conference which held by Aiesec Universitas Indonesia. The conference took places in several buildings and it was entirely awesome, amazing and unforgetable. This is annual program from Aiesec Indonesia and the conference only for new Aiesec member across Indonesia. Here we are UGM delegates at the Indonesia Youth Leadership Conference 2012. "Youth Impact".

We have just arrived at Gambir station and doing some narsism. We are from Aiesec UGM and we  ready  to  rock the conference. 

These are UGM delegates (from left to right) : Tatya, Aam, Damar, Rury (our president), Ivo (the youngest delegate), Intan, Wilda, Me (smile over), Whinda, and Haidar. at Bank of Indonesia.

break time after opening ceremony IYLC 2012. tasting some cakes and  slices of fruits.

Hi Aiesec...... We are enjoying the break time

Gathering with Aiesec Undip new member

We've done the session : Indonesia Calling

Can you recognize these person : at Carnival in Paris session (Jesunny Hotel)

Still in carnival 

In front of Jogja Booth. at Smesco Building. in preparation for Gala Diner and cultural exhebition.

The last session of Gala Diner. a few minutes before we come back to the hotel.

Jumat, 23 November 2012

Suatu sore di sekitaran kampus

Yogyakarta di penghujung senja.

Sementara hujun turun begitu deras :  Aku masih  mengayuh sepeda kampus,  ditemani payung bermerk sabun wanita yang baru ku pinjam beberapa jam lalu. Tak terasa meski aku memakai payung, percikan air hujan masih bisa membasahi bagian depan kemejaku, aku mengayuh sepeda begitu cepat sore itu, bukan tanpa sebab, aku mengejar bus terakhir yang akan membawaku pulang. Memang jarak dari kampus ke asramaku lumayan jauh 23 menit menggunakan sepeda dengan kayuhan ekstra kencang. 45 menit menggunakan bis sudah termasuk waktu jalan kaki.

Aku berpacu dengan waktu dan berharap bis terakhir masih ada. Aku sangat bersyukur tak ada keringat yang menetes meski aku mengayuh begitu kencang, hujan ya sekali lagi karena hujan yang menjadikan kelembaban menjadi rendah.

masih dengan payung bermerk sabun wanita, ternyata aku tak sadar bagian tas belakangku sudah basah, sudah sepuluh menit lebih aku berdiri disini mondar-mandir seperti orang hilang dan sesekali menenangkan diri dengan membalas sms, sekali lagi aku berharap bahwa bis terakhir masih ada. aishh.. aku mulai berfikir bahwa sudah tak ada bis jam segini (18.00 WIB), sementara hujan turun semakin deras dan aku masih berlindung dibawah payung yang semakin sempit saja.
Aku mulai bingung dan berkali-kali melihat jam di Hp, suasana Bunderan Kampus begitu muram suara ambulan beradu dengan klakson yang menyemarakkan suasana sore ini. aku lebih suka suasana seperti ini dingin, riuh, mendung. Aku belum beranjak dari tempat berdiriku saat ini, tepatnya di bawah terpal kain sang pelukis yang biasa mangkal disekitar bunderan. Aku mulai bosan.

Suasana semakin dingin dan aku putuskan untuk menikmati semangkok kecil wedang ronde, ahh suasana ini mengingatkanku akan sahabat kecilku yang sekarang tinggal di Ponorogo, beberapa bulan lalu kita menikamti semangkok wedang Cemoe khas ponorogo di alun-alun kota. menikmati jagung rebus + kacang. Fokusku kembali pada semangkuk kehangatan ini, di tenda itu hanya ada aku dan penjaul yang selalu menatapku dengan senyum.

Aku semakin menikmati suasana ini bunderan semakin gelap hanya ada lampu kendaraan yang menyorot tajam, sesekali mengenai wajahku, hujan semakin deras dan suasana semakin dingin. sekali lagi aku lebih suka suasana seperti ini.

Ku hirup lagi bau polusi kota ini,
Begitu pekat dan khas,



Senin, 17 September 2012

IPEKA : Sebuah Pesan, Curhat dan Pencerahan :)



Sebuah diskusi ringan terjadi di depan salesa pasca sarjana fakultas peternakan UGM, bahasannya menurut gue menarik tentang IP (Indeks Prestasi). Pelakunya adalah gue dan sahabat gue (maaf gak gue sebut merk) sebut saja si Aroel, eh sebut merk. Well langsung kebahasan aja kali yak. Menurut gue IP itu penting, penting banget. Menurut loe ? temen gue yang satu ini terlalu idealis banget bahwa IP itu gak terlalu penting, menurutnya IP tidak menjamin kesuksesan seseorang. Gue setuju kalo IP tinggi gak jamin kesuksesan seseorang tapi apa yang bakal loe semua lakuin dengan IP rendah ? daftar kerja ? sekarang aja untuk melamar pekerjaan paling gak IP 3.00 nah lo.. kalo di bawah 2,5 ? percuma kan kalo loe kuliah empat tahun. Ngapain aja selama kuliah. Menurut gue kata yang ter-Bold diatas hanya alibi seseorang untuk menyenangkan dirinya.
Banyak sekali penyebab seseorang mendapat IP rendah. Yang paling utama menurut gue adalah kegalauan karena gak cocok sama jurusan. Well, gue inget kata-katanya Billy Boen pas dia bales mention gue. Menurutnya orang yang bekerja tidak sesuai dengan passionnya tidak akan pernah maksimal, dan gue tambahin, begitupun dalam menuntut ilmu. Itu sih yang gue rasain. Gue menggalau setahun men disini dan yang gue rasain gue gak bisa maksimal, dipikiran gue hanya ingin nyoba snmpt lagi. Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan dengan penuh perjuangan akhirnya gue mulai jatuh cinta, gue jatuh cinta sama dunia peternakan. Menurut gue belajar peternakan itu menyenangkan. Dan mulai saat ini gue janji akan belajar dengan giat untuk masa depan gue dan Indonesia (eh.. kok malah curhat). Kembali kebahasan tentang IP.
Yang loe bisa lakuin dengan IP rendah ?
Sejujurnya IP gue gak bagus-bagus juga sih, tulisan ini salah satu tujuannya adalah untuk memotivasi gue bahwa segala sesuatunya harus berjalan seimbang. Setiap kali gue lihat pengumuman beasiswa mensyaratkan IP diatas 2.75 itu artinya kesempatan buat masuk dunia kerja (perusahaan) peluangnya semakin sempit dan sempit. Gue jalan lagi dan liat pengumuman bahwa untuk ikut student exchange IP harus diatas 3.00 itu artinya semakin sempit peluang buat pergi ke jepang atau australia secara gratis. Yang bisa dilakuin adalah menjadi wirausaha karena disini IP tinggi atau rendah tidak berlaku, lewat jalur ini semua orang bisa sukses asal profesional dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ketika seseorang mendapat IP rendah pasti batin merasa tertekan belum tanggapan orang tua, adik angkatan yang selalu nanya IP, guru SMA. Tapi kalo emang loe laki say the truth bahwa IP gue...... gue yakin itu bakal jadi semangat buat loe untuk bangkit. Tenang masih ada waktu kok,, ayo belajar (semacam memberi pencerahan).
Yang loe bisa lakuin dengan IP tinggi ?
Pastinya loe semua inget kata-kata pak Anis baswedan “ bahwa IP tinggi hanya mengantar anda kepada meja wawancara”. Tapi mendinglah masih bisa ikut wawancara itu artinya masih ada kesempatan. Menurut gue enaknya dapat IP tinggi ya kebalikan di atas. Pikir ye.. banyak deh manfaatnya, percaya diri loe naik 180 derajat kalo ketemu adek angkatan yang suka naya IP, hahah (lol). Kesimpulannya dapat IP tinggi itu enak, banyak kesempatan yang menanti anda...
Seharusnya seimbang...
yang gue lihat saat ini dari pandangan orang-orang, bahwa orang yang dapat IP rendah biasanya terlalu fokus banget dengan urusan organisasi sehingga akademiknya kurang,,dikatakan dari berbagai sumber bahwa orang yang punya IP tinggi terlalu fokus dengan urusan akademik sehingga untuk masalah organisasi sangat minim pengalaman. Menurut gue ini semua harus dirubah,, bahwa orang yang dapat IP rendah bukan mengindikasikan bahwa dia bodoh mungkin hanya butuh waktu untuk menunjukan pada dunia, jangan down ketika dapat IP rendah dan jangan galau (terus memutuskan buat resign dari organisasi). Note : ikutlah organisasi sesuai dengan passion (tentunya #professional). Bukankah segala sesuatunya di ciptakan secara berpasangan menurut gue orang yang memiliki IP tinggi pasangannya aktif juga di Organisasi.hehe

Minggu, 02 September 2012

Serba-serbi PPSMB UGM (Fakultas Peternakan)

Selamat datang Intelektual Muda di kampus kerakyatan 

Selamat datang Mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada

Upacara akbar bagi para mahasiswa baru angkatan 2012

UKM berkuda UGM : prepare for show up

My Lecture Mr. Edy Suryanto at Graha Sabha Pramana

khusyuk mengikuti upacara di fakultas peternakan

Mahasiswa baru Fakultas Peternakan UGM 

Atribut

Gallusia with mba Dane and Tiwi

owwww.. Gotcha !! kena deh sama timDis

Visit Laboratory

fokus mendengarkan asisten lab. ngomong

didalam Auditorium

selamat kepada UGM yang berhasil mendapatkan rekor muri Indonesia.
Flash mob membentuk peta Indonesia


Jumat, 10 Agustus 2012

Tentang sebuah benda bernama televisi


Tulisan ini merupakan cuplikan tentang kehidupanku di pedesaan yang saat itu belum teraliri listrik, jalan belum beraspal, sulit mencari signal handphone. aku hanya bisa tertawa mengenang masa-masa itu, masa dimana aku bebas menjadi diriku, masa dimana tak ada beban dalam pikiranku. aku menikmati kehidupanku berpetualang di lebatnya hutan Riau, menyusuri parit yang jernih, memancing di sungai berlari sejauh yang ku mau. aku begitu menikmati masa itu.
tentang sebuah benda bernama televisi sekali lagi ini mengingatkanku pada masa dimana aku hidup 12 tahun lalu. di desa tercintaku hanya beberapa orang saja yang memiliki TV sehingga jangan salah bila banyak sekali orang berjubel untuk menonton Tv, semacam menonton bioskop atau layar tancap boleh dibilang. sekali lagi aku ingin tertawa mengenang masa itu. pernah suatu ketika aku harus pulang dari rumah saudara temanku yang jaraknya sekitar 1 Km dari rumah transmigrasiku saat itu masih jam sembilan malam, tak ada penerangan dipinggir atau disudut jalan seperti yang terlihat saat ini. untuk melihat jalan saja rasanya sulit sekali, saat itu aku berjalan dengan menggunakan perasaanku. menembus gelapnya malam bergandengan tangan bersama adik dan kakak,,ya,, pada saat itu aku merasa bahagia dengan kondisiku. I love My life.
tentang tayangan favorit, saat itu aku suka sekali bermain perang-perangan, kerajaan. itu semua terinspirasi oleh film kolosal yang selalu tayang setiap minggu. saat itu aku hafal seluruh pemain, peran yang dibawakan para tokoh dari mulai protagonis, antagonis. dan tentunya jam tayang yang selalu kuingat. mungkin anda kenal dengan sosok Angling darma, mak lampir, nyi pelet. itulah yang sering kutonton pada saat itu, ahh terdengar sangat miris memang. memang saat itu aku belum memahami tayangan berkualitas.
perubahan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindarkan, ia akan datang pada masanya. inilah kondisi kampungku saat ini. televisi bukan lagi barang mewah hampir disetiap rumah sudah tersedia, listrik sudah tersedia. aku berharap perubahan ini mengarah pada hal-hal yang positif untuk kemajuan dan kehidupan tanah kelahiranku menjadi lebih baik. I love my life

Selasa, 24 Juli 2012

Menciptakan Generasi Anti Korupsi


      Ketika membaca majalah di perpustakaan kampus rasanya sudah tidak asing lagi ditelinga bahwa Indonesia merupakan salah satu negara korup di dunia, berdasarkan survey indeks persepsi korupsi  yang dilakukan oleh Transparancy International menempatkan indonesia pada urutan 126 dari 166 negara yang di survey. Menyedihkan memang melihat carut marutnya para pejabat dan politikus di indonesia yang berotak tapi tak bermoral. Namun, harus diakui bahwa spirit untuk memberantas korupsi di negeri ini masih membara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin gencar dalam memberantas korupsi didukung oleh jutaan masyarakat Indonesia yang menjadi spirit tersendiri bagi anggota KPK. Saya tidak bisa membayangkan suatu saat nanti generasi muda negeri ini acuh akan pemberantasan korupsi akibat dari keputusasaan dalam melihat realita kehidupan. semoga saja tidak demikian.
      Menciptakan generasi anti korupsi tidak bisa dilakukan dalam semalam melainkan sebuah proses yang panjang dan berkelanjutan. Menciptakan generasi anti korupsi juga harus didukung oleh elemen penting seperti keluarga, lembaga pendidikan dan peraturan pemerintah. Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menjalankan sistem tersebut agar sinergis.
     Kasus korupsi di Indonesia banyak dilakukan oleh orang-orang yang memiliki tingkat pendidikan tinggi serta memiliki kedudukan dan ada kesempatan. Rakyat kecil tidak akan bisa melakukan korupsi. Tingginya tingkat korupsi di Indonesia yang dilakukan oleh kaum terdidik memunculkan pertanyaan baru bagaimana sistem pendidikan di Indonesia saat ini ? sekali lagi berbicara menciptakan generasi anti korupsi mengaitkan banyak hal tidak dapat dilihat hanya satu sisi.
      Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah dengan implementasi pendidikan anti korupsi di sekolah-sekolah dan pergururan tinggi, dengan pemberian matakuliah pendidikan anti korupsi di perguruan tinggi diharapkan mindset mahasiswa tentang korupsi berubah kearah yang positif. Mengingat bahwa para koruptor saat ini adalah bekas mahasiswa. Saat ini perguruan tinggi yang memasukkan pendidikan anti korupsi masih bisa dihitung dengan jari. Penanaman karakter juga dirasakan sangat urgent bagi generasi muda saat ini celotehan tentang "banyak orang pintar tapi tak bermoral" memang benar adanya. perlu lagi digalakan penanaman nilai-nilai agama serta pancasila bagi kehidupan pemuda indonesia saat ini. karena nasib bangsa ini dapat dilihat dari kondisi pemudanya saat ini. Sadarlah bahwa korupsi itu menyengsarakan dan membunuh karakter bangsa.

Selasa, 10 Juli 2012

International Cultural Camp 2012


Evening Plenary

My Hand Made : Painting Class Ukraine

Taiwan Culture Time

Chinese Traditional Painting Made by me


Papercraft

Papercraft by Peri Indonesia

Couple in diversity

Papercrat Collections


yeahhh.. My Team Bandung-France-Yogya

waww.. Kim You are so Amazing :)

with my Russian friend we are Bombastis

Thanks alot for your story about Ukreine

With Paula and her Boy Friend both of Italian

Ali you are so Amazing and really entertaint

with Chinese Partcipant

with Laras and Cindy (Fun Team)

International Participant

This is me

Natural

with my Czech friend thanks for the dance

with Darina (Russian) Punishment team

Thanks For Inspiring all the participant : we love you Tina Huang

Serious hearing Ali's Explanation about Islam in Western

Participants... ;)

Ali... Yeahh so Rock On

Farewell

Hi.... EP

Hidup ini seperti thawaf

photo by : Gallusia crew magazine Judul tulisan  ini terinspirasi oleh buku tentang Pak Cacuk belajar tiada henti, dalam halaman pem...