Selasa, 26 Juni 2012

Wasiat Sepanjang Hayat

sumber gambar : kickandy.com

Rasanya baru kemaren aku berada di kota ini, kota yang menurutku menyimpan rahasia besar hidupku. rasanya baru kemaren aku berada di pondok ini, tapi setelah kusadari bahwa waktu berputar begitu cepat. sekarang sudah masuk tahun kelima dan aku sekarang sudah kuliah di universitas impianku, rasanya setiap kali mendekati bulan ramadhan tensi kerinduanku meningkat drastis, berkumpul bersama adalah hal yang cukup sulit bagi keluargaku mengingat tidak semua kakak dan adik pulang ke rumah setiap kali lebaran datang. Tahun ini aku memutuskan untuk tidak pulang aku merencanakan pulang ke tempat nenek yang hampir empat tahun tidak bertemu.
wasiat sepanjang hayat ini aku dapat ketika aku pulang ke Riau setahun lalu, entah mengapa kata-kata itu selalu ku ingat dalam pikiranku, pesan hasil diskusi dengan bapak yang luar biasa menurutku. kata-kata itu aku anggap sebagai wasiat sepanjang hayat yang harus kulaksanakan bukan semata-mata ucapan orang tua melainkan ini adalah perintah agama. bapak memang orang yang religius ia telah mengenyam dunia pesantren hampir lima belas tahun lamanya, wajar untuk masalah agama beliau sangat ketat.
suatu sore, aku duduk di ruang tamu sambil membaca buku yang kuambil dari perpustakaan keluarga. di bulan ramadhan aku banyak membaca buku-buku tentang agama, buku favoritku setiap kali pulang adalah Ensiklopedi Islam dan beberapa novel milik kakak ku. aku masih fokus pada halaman yang aku baca, tiba-tiba bapak duduk dihadapanku dan mulai berkata banyak hal, tentang masa lalu dirinya, tentang ibu, keluarga dan beliau memberikan nasihat super kepadaku, ketika gilaranku bercerita beliau mengeluarkan sebuah kitab yang sudah tidak asing lagi bagiku, kitab yang selalu aku pelajari di pondok ta'alimul mutaalim lewat kitab itu aku diajak menelusuri nilai-nilai kebaikan yang terkandung didalamnya. beliau memberikan kitab itu padaku agar selalu dibaca dan diamalkan sebagai pedoman dalam menuntut ilmu dan beliau juga berpesan kepadaku agar aku memperbanyak bacaan alquran serta shalat jamaahku. kata-kata itulah yang sekarang sudah mengakar di otakku dan itulah wasiat bapak agar aku menjadi pribadi yang selalu dekat dengan tuhan dan menjadi seorang berilmu yang bermoral.orang yang sukses adalah mereka yang dekat dengan tuhannya.Love you Dad.

Sabtu, 23 Juni 2012

Note : Tayangan Televisi di Indonesia Sangat Menyedihkan



Tulisan ini saya buat sesuai dengan kenyataan yang ada dalam dunia pertelevisian di Indonesia, sudah sejak dulu tayangan televisi di Indonesia hanya mengikuti pasar, tidak ada yang konsisten banyak modifikasi tayangan yang sebenarnya sama, kurang kreatif dan edukatif dalam membuat program acara, hiburan yang tidak bermutu yang lebih di tonjolkan, dunia ini mempunyai pengaruh besar dalam membentuk dan mempengaruhi pola pikir masyarkat negeri ini. Melalui tayangan-tayangan TV bisa mempengaruhi pola pikir sesorang.
                Hampir setiap hari tayangan-tayangan TV lebih banyak menciptakan energi negatif, bisa dihitung tayangan/program/stasiun TV yang konsisten dalam penayangan. Rakyat negeri ini dijejali dengan tayangan-tayangan yang tidak bermutu. Coba perhatikan tayangan TV dirumah setiap hari Gosip selebriti, sinetron, reality show, program musik yang berlebihan. Hampir disetiap stasiun televisi memiliki program yang sama. Rakyat dinegeri ini dibuat terlena dengan impian dan kemustahilan yang ditayangkan di TV, menurunkan jiwa kreatifitas rakyat. Lihat saja tayangan TV pada saat ini anda akan menjumpai tiga kali tayangan gosip selebriti pagi, siang, sore. Apakah penting ? sinetron yang semakin aneh dan hampir setiap jam selalu ada hingga ratusan episode, tayangan musik hampir setiap hari dengan presenter dan artis yang berpakaian seksi dan tayang pada waktu produktif, reality show yang mengumbar aib, berita korupsi. Tragisnya rakyat di negeri ini tidak sadar bahwa energi negatif telah mengelilingi mereka dan lebih tragis lagi bahwa mereka hanya dijadikan pasar bagi rumah produser yang hanya mengambil keuntungan pribadi.
                Akibat buruk dari tayangan-tayangan sampah itu ternyata sangat jelas terjadi pada kehidupan masyarakat. Contohnya pada anak-anak SD maupun SMP mereka saat ini banyak meniru bintang film idola mereka, mulai dari gaya rambut, pakaian bahkan cara berbicara. Maklum saja bila jarang anak zaman sekarang menyanyikan lagu anak-anak. Banyak sekali anak yang masih duduk di bangku TK menyanyikan lagu orang dewasa. Saya katakan ini tragis. Pengikisan jati diri bangsa dan budaya memang lebih mudah melalui tayangan televisi (Media)dan sasaran utamanya adalah mereka yang masih anak-anak atau remaja. Hasil yang terburuk adalah banyak bermunculan generasi muda yang bermental krupuk.
                Disaat negara tetangga (Singapura) memberikan tayangan tentang pahlawan negeri yang dikemas dengan sangat menarik bagi anak-anak ataupun orang dewasa dan menjadi tayangan wajib serta ditayangkan pada jam-jam strategis, mereka mencoba mengenalkan budaya asli mereka melalui tayangan TV bukannya mengadopsi budaya luar lalu diterapkan pada film. Rakyat negeri ini masih dininabobokan dengan tayangan yang boleh dibilang tidak masuk akal. Legenda daerah dibuat asal dan kurang menarik. Begitu banyak akar budaya yang bisa diangkat ke dunia pertelevisian Indonesia. Namun tampaknya mereka lebih mementingkan keuntungan pribadi. Saya katakan salah satu yang bertanggung jawab atas bobroknya moral bangsa adalah mereka yang memiliki rumah produksi film yang hanya menguntungkan individu.
                Begitu banyak yang harus diperbaiki dari dunia pertelevisian Indonesia, pemerintah dan masyarakat harus berperan aktif dalam mengawasi tayangan televisi bukan hanya dibebankan kepada KPI atau LSI. Sudah saatnya masyarakat indonesia cerdas dalam memilih tayangan yang bermanfaat dan menambah wawasan. Jangan mau dibohongi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang dengan perlahan akan mengikis budaya pada masyarakat.
Abdul Hamid. Penerima Beasiswa Hidup Ali Maksum foundation, Counselor at Islamic Boarding School Of Ali Maksum, Indonesian delegation for Global Youth Cultural Summit 2013. Student of Gadjah Mada University indonesia.

Senin, 04 Juni 2012

Hidup ini seperti thawaf

photo by : Gallusia crew magazine

Judul tulisan  ini terinspirasi oleh buku tentang Pak Cacuk belajar tiada henti, dalam halaman pembukaan tertulis sebuah kalimat yang menarik minat saya yaitu "hidup seperti thawaf" kurang lebih seperti itu, saya lupa secara persisnya tetapi paling tidak intinya sama. begitu banyak anaologi tentang kehidupan yang direpresentasikan dalam bentuk yang sering kita jumpai pada kehidupan sehari-hari, ada yang mengatakan hidup itu seperti roda maksudnya adalah seseorang tidak akan selamanya hidup pada posisi yang terus menerus nyaman, adakalanya ia harus merasakan bagaimana menikmati kesulitan, ada juga yang menganalogikan hidup seperti tasbih anda akan melewati drama kehidupan yang diibaratkan sebagai butiran-butiran tasbih, lalu ada juga yang mengatakan bahwa hidup itu seperti sebuah buku putih yang masih kosong anda akan menulisnya dengan rapih atau anda hanya sekedar mencoret-coretnya, itu terserah anda. ada ungkapan dalam bahasa inggris yang sangat terkenal "Life is Mine". terserah seperti apa anda menganalogikan kehidupan anda,
saya lebih tertarik penganalogian kehidupan dalam buku yang berjudul belajar tiada henti. hidup ini seperti thawaf. layaknya thawaf mengitari ka'bah merupakan perumpamaan kehidupan, kemudian kita akan kembali pada titik dimana kita berasal, titik dimana kehidupan manusia begitu sangat lemah, titik dimana kehidupan manusia memulai kehidupannya hingga akhirnya ia kembali pada titik itu pula. berbicara mengenai hidup pastilah ada liku yang harus dilewati life is never flat ada momen dimana kita begitu sangat bahagia dan ada moment yang membuat anda sangat sedih, itulah dinamika kehidupann yang harus dilalui oleh manusia tidakkah kita menyadari bahwa fase kehidupan ini akan terus berkembang dari anda masih bayi hingga anda saat ini hingga pada masanya anda akan meninggal. saya berpendapat bahwa fase kehidupan terbagi menjadi tiga, pertama adalah fase kelahiran ini disebut fase awal, bayangkan, ketika anda menjadi pemenang karena telah terseleksi dari jutaan sel sperma sehingga terbentuk anda dengan kelebihan dan kekurangan yang sudah sangat dihitung oleh Allah secara tepat (sadarkah bahwa anda yang saat ini membaca tulisan saya adalah seorang pemenang). pada fase ini manusia masih dalam keadaan fitrah anda benar-benar dalam keadaan suci terbebas dari dosa, setelah fase pertama anda akan menghadapi fase selanjutnya yaitu fase dimana anda dapat melalukan apa yang ingin anda lakukan, saya berfikir bahwa pada fase kedua inilah yang akan menentukan anda ketika mengahadapi fase akhir, yaitu fase kematian semua mahluk yang bernyawa pasti akan mati kecuali Allah, ia dzat yang maha kekal (baqa). 
life is journey. anda akan merasakan bahwa kehidupan itu baik,  ketika anda begitu menikmati dan meghayati peran yang yang telah tersusun rapih dalam skenario.

Minggu, 03 Juni 2012

Cerita Gokil part #2


Setelah SMP gue lanjutin study gue di SMA, sekolah SMA gue berasrama, jadi yang bersekolah di situ wajib tinggal di asrama. Diasrama gue tinggal bareng temen-temen yang gue bilang aneh dari berbagai daerah di Indonesia. Di kamar gue ada sepuluh orang dan menurut cerita asrama yang gue tempatin saat itu bekas kuburan dan tempat pembuangan janin orangtua tak bertanggung jawab..menyeramkan ditambah letak kamar gue yang deket banget ama WC. Sebelum tidur biasanya temen-temen sering cerita horor, kata kakak kelas WC yang berada dibelakang kamar gue kalau malam sering ada suara orang nyuci baju (gila.. serem banget ni asram “perkataan dalam hati”). Sejujurnya gue + temen sekamar juga takut kalau harus ke toilet tengah malam. Di asram gue tidur jam 10 malam maklum masih kelas satu. Ditengah malam yang dingin ditemani suara dengkuran temen sebalah gue, gue bangun (suasana begitu mencekam)..parah waktu itu gue kebelet pipis (tapi gue nggak berani keluar kamar) gue bangunin temen sebelah buat nganterin ke WC (tapi gak ada respon, masih aja dengkur) untungya masih ada temen yang mau gue ajak bangun, aslinya dia juga kebelet pengen pipis. Atas saran yang sangat briliant  dari teman gue. Dia bilang  “udah kita kencing aja dibotol, ntar pagi-pagi kita buang nih urine. Beres deh” gue bilang “oke juga ide lo”. Langsung aja gue ambil botol dibawah lemari dan cuuurrrrrrr, akhirnya..lega. paginya gue bangun lebih awal tujuannya membuang urine..syukur deh nggak ada yang tahu. Ketika di sekolah gue bagi-bagiin ilmu in pada temen-temen gue. Gue Cuma bingung kalau andai semalam gue kebeletnya BAB, nah lo...
betapa culunnya gue pas SMA
waktu itu masih musimnya boy band.. lihat aja gayanya

betapa sesuatunya gue pas SMA hehehe

temen seperjuangan





Cerita Gokil Part #1


tebak mana gue... hahaha :p, pokoknya gue paling putih dan ganteng (SD di Afrika)
sumber foto : yayasan punya pak Bill Gates


Beginilah nasib sekolah yang berada di pedesaan, ditepi hutan mulai dari fasilitas yang kurang memadai sampai terkadang kalau kerja bakti pas gue SD harus bawa cangkul, parang, golok, sabit dan semacamnya. Beda banget ama sekolah yang ada di kota, ternyata setelah gue sekolah di kota kayaknya jarang banget yang namanya kerja bakti soalnya sudah ada petugas cleaning servisnya. Gue dulu membayangkan sekolah SD gue yang ditepi hutan itu punya petugas cleaning servis tapi sayang, hingga saat ini pas gue pulang kampung masih biasa-biasa aja. Ini belum  masuk cerita. Cerita pertama, gue masih inget bener cerita ini pokoknya unforgetable moment deh pas gue SD. Sekolah SD gue punya dua buah toilet baru seneng banget gue pas itu, selang beberapa hari. Temen-temen gue yang jail malah nglemparin pintunya ama batu. Walhasil.. pintu toilet baru sekolah gue rusak (gue maklumi sih) setelah toilet itu bolong gue gak berani BAB didalam ama pipis di dalam, gimana coba pintunya aja pada bolong gitu + air sumur sering kering + kadang ada sesuatu menggumpal belum disiram (jangan dibayangin). Tapi untuk masalah pipis gue gak jadi masalah tinggal cuuurrrr dibelakang WC dah kelar terus ceboknya pake daun di oles-oles (jangan ditiru). Saat itu gue baru kelas tiga SD gue inget betul kejadian itu pas hari rabu di SD gue setiap hari rabu pake seragam batik + bawahan celana putih (gue mulai pake celana dalam pas gue udah sunat tepatnya kenaikan kelas IV), ketika istirahat gue suka makan di kantin menu favorit gue nasi uduk campur cilok (aci dicolok) tapi nggak tahu kenapa setelah makan perut gue mules.. (parah di sekolah gue toiletnya ancuurr) rumah gue jauh, tapi gue yakin masih bisa nahan sampe 3 jam lagi. Setelah makan gue langsung duduk didepan kelas ehhh... ternyata kagak bisa nahan gue mencret men. Udah pake celana putih (untung waktu itu gue lagi sendiri), tapi gue bersyukur banget pas liat bagian belakang celana nggak banyak keluar Cuma bulatan sekitar 10 cm diantara pantat gue yang waktu itu masih semok dan warna kuning yang tampak lebih dominan (gue langsung mikir, paraahh nggak bisa diajak kompromi nih..) gue saat itu langsung merapat ke tembok (pantat gue gesekin ke tembok) sampe temen-temen gue pada bingung, ngape lo ? gue Cuma senyum-senyum nggak jelas. Bayangin gue haris nggesekin pantat setiap kali gue mau pindah lokasi. Akhirnya lonceng yang dibuat dari tabung gaspun berbunyi (wahh.. masuk kelas ni) gue langsung nutupin bagian kuning pake kedua tangan gue dan langsung meluncur masuk kelas. (gue duduk bertiga satu meja, posisi gue diapit oleh dua sahabat gue yang syupper culun ). Eh,, bau apaan si ni kayak bau t*i, temen gue yang lain “ie ni bau banget”. Gue saat itu ikut-ikut bilang siapa nih yang BAB gak cebok, gue yakin banget temen2 pada tahu kalau gue pelakunya, mereka Cuma menjaga perasaan gue aja. Heheh 

Hidup ini seperti thawaf

photo by : Gallusia crew magazine Judul tulisan  ini terinspirasi oleh buku tentang Pak Cacuk belajar tiada henti, dalam halaman pem...