Sabtu, 21 November 2015

Bersepeda: Mengunjungi kota sejuta bunga, Magelang

Hallo apa kabar semua ?
Alhamdulillah, pada kesempatan ini bisa kembali menjumpai pembaca sekalian lewat tulisan ini. Yup, setelah mengumpulkan tenaga dan melawan rasa malas akhirnya saya bisa kembali menulis lagi. kali ini saya akan bercerita kepada pembaca sekalian mengenai kegiatan saya sebagai #mahasiswatingkatakhir di waktu senggang. haha #enjoyskripsi #enjoyyourlife
.
Sepeda bagi saya sudah menjadi semacam way of life, sejak empat tahun lalu saya memulai untuk bersepeda dalam kegiatan sehari-hari mulai dari pergi ke kampus, olahraga, jalan-jalan, dan aktivitas lainnya tentunya dengan jarak yang masih bisa dijangkau dengan sepeda. Empat tahun berlalu dan ruas-ruas jalan di kota Jogja hampir sudah saya lewati. beberapa waktu lalu saya dan sahabat saya memtuskan untuk melancong ke kota Magelang dengan menggunakan sepeda, alasan saya memilih kota Magelang sebagai destinasi utama adalah karena menurut beberapa referensi yang saya baca kota ini merupukan salah satu kota terbaik bagi pengguna sepeda. 

.
baiklah, mari kita mulai.
project interprovincial ride bike ini sudah kami rencanakan beberapa minggu sebelumnya, mengingat ada waktu kosong disela-sela penggarapan skripsi. sebelum melakukan ekspedisi pastikan semua peralatan sepeda lengkap seperti helm sepeda, manset tangan, sarung tangan, lampu depan dan belakang. selain itu juga pastikan kondisi sepeda dalam keadaan prima.
perjalanan dari jogja dimulai pukul 9.30 WIB (start gedung rektorat UGM), jadwal tersebut molor dari seharusnya yaitu pukul 06.00 WIB disebabkan saya mendapat telfon dan harus merivisi proposal oleh the one and only dosen pembimbing skripsi. rute yang kami tempuh bukan melewati jalan utama (Jogja-Magelang) melainkan melewati jalan-jalan pedesaan yang memiliki track cukup menantang. track yang dilalui pun bermacam-macam seperti tanjakan tersirat, tikungan tajam, tanjakan menikung dan view selama perjalanan pun cukup bagus. worth it lah pokoknya, selama perjalanan kita akan disuguhkan hijaunya persawahan, indahnya jembatan gantung, dan derasnya air di pusat selokan mataram. selama perjalanan kita juga bisa menikmati buah-buahan lokal segar yang ready to eat ada jambu air, durian, dan mangga dengan harga yang terjangkau. 
Berfoto diatas jembatan penghubung Jogja-Magelang. bersama rekan bersepeda saya Mr. Misbahul Fauzi
Setelah hampir 5 jam bersepeda (Kota Jogja-Sleman- Kulon Progo( bagian ujung)- Muntilan) akhirnya kita sampai ke the most common tourist attraction apalagi kalo bukan Candi Borobudur yang merupakan candi budha terbesar di dunia dibangun pada abad ke 9 M. karena saya beberapa kali ke Borobudur dan partner saya juga dulu pernah tinggal disekitar Borobudur, we need something new and different sehingga kita memutuskan untuk menikmati eksotisme pedesaan disekitar candi.
.
Perjalanan dilanjutkan ke kota Magelang, dari Borobudur ke Kota Magelang ditempuh selama 2 jam menggunakan sepeda dengan sisa tenaga yang masih ada. jujur, perjalanan ini begitu menguras tenaga. akhirnya sampai juga di Kota Sejuta Bunga.
.
Perjalanan menggunakan sepeda emang irit bensin, namun konsumsi penggunanya yang tinggi. haha. selama hampir 6 jam kita sudah makan berat 2 kali dan makanan pengganjal lainnya. ketika pukul 17.30 akhirnya kita sampai di alun-alun kota Magelang dan memutuskan untuk menikmati kuliner khas magelang yaitu kupat tahu, dan mata kita tertuju pada warung kupat tahu pojok dengan hanya membayar Rp. 20 K sudah kenyang (Kupat tahu, es teh, 2 kerupuk, 1 gorengan tahu). btw, warung kupat tahu ini merupakan langganan pak SBY katanya. lokasinya di pojok alun-alun.
.
setelah selesai makan dilanjutkan solat magrib di Masjid Agung, sekalian bersih-bersih dan ganti baju. in preparation for night trip. setelah sholat kita menyempatkan istirahat sampai isya kemudian solat isya dan baru deh kita jalan lagi. destinasi pertama adalah kawasan pecinan.

berhenti sejenak di pinggir kali
Setelah lelah berjalan we decided to enjoy another city's corner with our bike. maksud hati ingin menikmati gemerlap lampu taman dan lampu ala-ala pohon sakura but we didn't got it, akhirnya kita terus melaju dan melewati kawasan gunung tidar dan hingga tak terasa kita sudah di depan Artoz (tempat nongkrong hits cah magelang), santai sejenak di Artoz setelah berdiskusi akhirnya kita melanjutkan pulang ke jogja. Hujan pun turun, tapi kita tidak khawatir karena kita sudah dilengkapi dengan baju hujan (pukul 21.30 WIB).
.
perjalanan pulang sengaja kita mengambil track jalan utama karena lebih cepat dan banyak penerangan, namun ketika memasuki daerah muntilan semua sirna. hanya kegelapan yang tersisa, wkwk. kita berdisusi lagi, untuk alasan safety kita tida meneruskan sampai jogja dan memilih untuk menginap di SPBU Muntilan yang 24 jam tentunya. 
.
04.30 WIB setelah solat subuh perjalanan dilanjutkan. tak ada yang lebih nikmat dari udara segar di pagi hari, ah... segarnya. selama perjalanan jalan-jalan masih lengang dan sesekali melihat rombongan ibu-ibu dan bapak-bapak selesai jamaah (indahnya). tenaga pulih dan kecepatan ditambah, finally sampai di jogja tepatnya di titik kumpul pertama pukul 06.00 WIB. alhamdulillah 
.
Terimakasih telah membaca, tunggu perjalanan selanjutnya ya. oh iya, jika ingin bergabung untuk sepedaan bareng bisa banget loh komen dibawah ini. thank you !

Hidup ini seperti thawaf

photo by : Gallusia crew magazine Judul tulisan  ini terinspirasi oleh buku tentang Pak Cacuk belajar tiada henti, dalam halaman pem...