Selasa, 31 Mei 2016

Bersepeda : Menyusuri pedesaan di Bantul

Yogyakarta merupakan salah satu kota terbaik untuk kegiatan bersepeda. Selain tersedia lajur khusus sepeda, tipikal kota Jogja memang berbeda dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. kamu tidak akan menemukan ada selokan yang terbuka di pinggrir jalan ( kecuali selokan mataram) yang terkadang menimbulkan bau tak sedap. Laiknya kota-kota besar lainnya Jogja tidak terlepas dari masalah seperti kemacetan, anak jalanan dan pengemis, vandalisme, tata ruang, dan lain sebagainya.
Sejenak meninggalkan suasana perkotaan, ada baiknya kita menuju ke daerah pinggiran kota yang tak kalah luar biasa. Saya dan sahabat saya Fauzi, telah merencanakan untuk bersepeda di daerah Bantul tepatnya menuju Desa Wisata Krebet. Krebet merupakan desa wisata dari sekian banyak desa wisata yang berada di Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul, desa ini menawarkan keindahan alam dan budaya. salah satu destinasi favorit adalah keberadaan curug/air terjun. Kali ini saya memutuskan untuk menuju curug Pengilon a.k.a kedung Pengilon.
Perjalanan menuju kedung Pengilon sekitar 45 menit dengan sepeda dan dengan rute yang cukup menantang (banyak tanjakan). Sebelum berangkat kita sarapan di warung bubur ayam Bandung di daerah Krapyak Sewon. Setelah dirasa cukup perjalanan dimulai dari jalan Bantul menuju ring road selatan (arah UMY) selanjutnya pada perempatan pertama ambil kiri ke arah PG Madukismo (ada plang) dan ambil kanan menuju Krebet. Rambu-rambu terpampang nyata jadi jangan takut kesasar. 
Selama perjalanan akan disuguhkan suasana pedesaan yang asri dengan dedaunan hijau yang segar. saya sarankan untuk datang pada saat musim hujan, selain suasana desa yang hijau juga kamu masih bisa menikmati birunya kedung pengilon. Pada saat musim kemarau air curug akan berubah menjadi hijau dan keruh. 
akhirnya, sampai juga di lokasi.
Penampakan Curug Pengilon
Lokasi curug pengilon berada di bawah jalan desa, sehingga kita harus turun dengan trek yang cukup licin dan berlumpur karena semalam hujan. trek hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki dan biasanya pengunjung menitipkan kendaraanya di rumah warga/parkiran khusus. kebetulan saya membawa sepeda dan akhirnya saya panggul sampe bawah, lumayanlah itung-itung melatih otot lengan. By the way. kedalaman Curug ini 8 m loh, jadi yang gak bisa berenang jangan main-main loh.

Nyuci sepeda

Selain terdapat air terjun utama, disini juga tersedia air terjun kecil. cocok bagi anak-anak yang ingin bermain air alami. Kebetulan ketika datang kondisinya masih sepi jadi dipuas-puasin buat nyuci sepeda dan sedikit dolanan banyu. airnya dingin dan menyegarkan. sedikit melepaskan beban-beban pikiran dan melupakan kerjaan. hehe, biasnya kalo bosan mendera saya nggowes aja.

What do you think ?
Lokasi ini banyak dikunjungi pada akhir pekan. fasilitas lain yang ditawarkan adalah gazebo untuk bersantai, kamar mandi, dan warung. nampaknya pemerintah desa sangat memahami betul potensi wilayahnya. Keberadaan kedung pengilon ini secara tidak langsung memberi dampak positive bagi ekonomi masyrakat sekitar. 

Bersama sahabat saya Fauzi. we've done several cycling tour project together.
Terimakasih telah mampir dan membaca. give me your comment. oh iya, jika ingin berwisata kesini jangan meninggalkan sampah ya. jadilah wisatawan yang cerdas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup ini seperti thawaf

photo by : Gallusia crew magazine Judul tulisan  ini terinspirasi oleh buku tentang Pak Cacuk belajar tiada henti, dalam halaman pem...