Puncak pertama, Gunung Merbabu

/ Jumat, 07 November 2014 /
Tahun dua ribu empat belas mau habis dan inilah tulisan saya pertama di blog, memang sangat miris dan sangat memprihatinkan. baiklah untuk secret admirer yang diam-diam selalu ngecek blog dan menanti postingan-postingan yang kadang nggak penting banget. hehe pada postingan ke #163 ini saya akan bercerita kepada anda semua pengalaman pertama saya mendaki gunung.

“Climb the mountains and get their good tidings. Nature's peace will flow into you as sunshine flows into trees. The winds will blow their own freshness into you, and the storms their energy, while cares will drop away from you like the leaves of Autumn.”  ~John Muir

saya sangat bersyukur memiliki teman yang sangat luar biasa yang mempunyai inisiatif yang luar biasa pula sehingga menjadikan salah satu mimpi saya sejak dulu bisa tercapai, ya mimpi sederhana untuk bisa mendaki gunung dan sampai di puncak. saya pernah membaca sebuah artikel mengenai 20 hal yang harus dilakukan saat usia 20 tahun salah satunya adalah mendaki gunung. finally, Mission acomplished. seorang teman pernah mengatakan hal ini kepada saya "sekali lo naik gunung lo pasti ketagihan" yup, Indeed. puncak pertama yang saya taklukan adalah puncak Mt. Merbabu (3145 mdpl). 
sebagai pendaki kelas bawang saya menyempatkan diri untuk menonton film 5 cm tujuannya adalah supaya lebih semangat dalam pendakian. pendakian dilakukan secara rombongan dengan para #Alchemist mereka adalah angkatan pas di MA (Madrasah Aliyah), They are strong ! ternyata mendaki gunung itu banyak sekali manfaatnya seperti :

1. Mensyukuri ciptaan Allah. mendaki gunung itu tidak hanya saat sampai di puncak tetapi lebih kepada perjalan menuju puncak maka nikmatilah setiap langkahmu, nikmatilah hembusan angin yang menerpa wajahmu dan menyatulah dengan bukit-bukit yang hijau, sabana yang eksotis dan bersyukurlah.
"I like the mountain because they make me feel small"
2. Berdamai dengan diri sendiri. Saat pendakian kita dilatih untuk sabar dan menghilangkan egoisme pribadi there is no shortcut to get the top maka nikmatilah prosesnya, selanjutnya adalah kita bisa lebih memahami orang lain. 
3. Berbagi itu indah. satu hal yang saya sesali adalah saya tidak membawa banyak snek pribadi hingga akhirnya hanya memakan sobekan-sobekan roti, tapi disitulah saya belajar untuk berbagi meski sedikit dan alhamdulillah nikmat. Sekian.





0 komentar:

Posting Komentar

Google+ Followers

Total Tayangan Halaman

 
Copyright © 2010 Notes of Journey, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger