Rabu, 01 Juni 2016

Dari pondok pesantren hingga ke makam walisongo

Perjalanan meberikan kita banyak pelajaran tentang arti hidup, tentang bagaimana menikmati hidup dari sudut pandang yang lain,  dan tentang inspirasi-inspirasi yang kita dapat dari setiap perjumpaan. Kali ini saya akan bercerita tentang Religious Tour yang baru saja usai beberapa waktu lalu bersama rombongan dari Asrama Sakan Thullab Pondok Pesantren Krapyak. 

Rombongan Asrama Sakan Thullab
Program jalan-jalan atau biasa disebut rihlah merupakan program setiap dua tahun sekali yang diadakan oleh asrama sebagai wujud tanggung jawab dalam meningkatkan pengetahuan dan pengalaman bagi santri. kegiatan rihlah pada kali ini juga sebagai wahana refreshing bagi santri sebelum menghadapi ujian kenaikan kelas. Rute rihlah tahun lalu adalah Jakarta, namun saat itu saya tidak bisa ikut karena kegiatan perkuliahan dan praktikum masih padat. Nah, karena sekarang udah selo ( mahasiswa tingkat akhir ) jadi bisa berpartisipasi. 
Rute perjalanan kali ini meliputi Lasem (Kabupaten Rembang), Makam Sunan Ampel (Surabaya), dan Jawa Timur Park (Malang). 

Sowan ke ndalem Mbah Zah (PP. Alhidayat Lasem)
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah PP. Alhidayat Lasem. Perjalanan dari Jogja-Lasem sekitar enam jam. Berangkat dari jogja pukul 22.00 dan sampai di Lasem pukul 03.00, sampai di Lasem kita istirahat di halaman masjid agung Lasem sembari menikmati kopi dan pop mie, Ternyata jadwal yang direncanakan terlalu cepat. Setelah mandi dan sholat shubuh rombongan berziarah ke makam Mbah Ma'shoem, beliau adalah ayah dari Mbah Ali (KH Ali Maksum). 
Suasana Ziaroh 
Setelah pembacaan yasin dan tahlil usai, salah seorang mas ndalem mbah zah datang menemui kami bahwa agar bersiap-siap untuk menuju ke pondok. Jarak antara Masjid Lasem dengan PP Alhidayat sekitar 300 m.

Rombongan Crow Zero
Akhirnya sampai di tempat mbah Zah, beliau merupakan adik dari mbah Kyai Ali Maksum dan putri dari mbah Ma'shoem yang masih hidup. Mbah Zah tinggal di rumah yang sama dengan mbah Ma'shoem. Bangunan rumah mbah Ma'shoem dipertahankan hingga sekarang dengan kayu-kayu yang masih kuat, selain rumah asli mbah Ma'shoem yang masih asli terdapat pula mushola/langgar tempat dimana mbah Ma'shoem mengajar ngaji. Mbah Zah memberikan banyak cerita dan wejangan, alhamdulillah bisa ngalap berkah kaleh mbah Zah.

Mbah Zah saat memberi wejangan, beliau merupakan pribadi yang ramah dan sederhana. semoga selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT.

Perjalanan ini memberikan banyak arti bagi saya secara pribadi untuk selalu ingat pada guru-guru, dan orang-orang yang telah berjasa hingga mengantarkan saya pada titik saat ini. Semoga Allah SWT meridhoi kita semua.

- Terimakasih telah mampir dan membaca





Jogging di hutan hingga mandi di kolam ( Bandungan, Kabupaten Semarang)

Saya sedang mencoba mengumpulkan foto-foto dari beberapa perjalanan yang telah saya lalui, daripada tersimpan di folder komputer mending saya bagi kepada pembaca sekalian. semoga tulisan ini bisa memberikan informasi dan inspirasi. 
Running in the woods
Siapa yang tak mengenal kawasan Bandungan di Kabupaten Semarang ? Kawasan ini merupakan salah satu tempat favorit bagi warga Jawa Tengah dan Yogyakarta yang ingin menghabiskan akhir pekan bersama teman dan keluarga. Kawasan wisata Bandungan terletak dibawah kaki gunung Ungaran sehingga memiliki iklim sejuk dan nyaman. Spot yang bisa dinikmati antara lain camping ground, kolam alami, dan bagi penikmat kopi bisa merasakan kehangatan di pondok kopi. 
Suasana camping ground
Saya datang bersama dengan dua orang teman dan kita memutusan untuk ngecamp semalam dibawah kaki Gunung Ungaran. Dikarenakan saat itu sedang libur maka banyak sekali pengunjung yang memadati kawasan wisata Bandungan, dari para penikmat kopi, para pendaki, dan sampai kita yang gak jelas. ini adalah kali kedua saya datang ke Bandungan. Setelah ngecamp semalam, di pagi hari sebelum kembali ke Jogja. Saya menyempatkan untuk jogging di trek yang tersedia di hutan lumayan berkeringat dan mengusir hawa dingin. Dan dilanjutkan sarapan dengan segelas susu + gorengan. Alhamdulillah. 
Kesegaran infinity pool ala Bandungan. kalo di kota pemandangannya gedung tapi kalo disini pegunungan. saya sarankan datang jam 7 pagi dimana tempat pemandian ini buka.
Setelah dirasa cukup dan perut sudah terisi. Kita mandi-mandi dulu di kolam renang alami, dari lokasi camp tinggal ke bawah sekitar 5 menit menggunakan motor. Kebetulan masih pagi dan sepi jadi bisa dengan puas menikmati kolam hanya berberapa orang saja. Kolam tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dangkal jadi pas ( 1,5 - 2 m), airnya dingin dan menyegarkan ditambah pemandangan kabut pagi yang menyelimuti gunung. A morning well spent banget pokoknya.

penampakan flying fok yang spider web gak keliatan

Setelah basah-basahan bisa nih dicoba tantangan selanjutnya. ada flying fox dan spider web yang melintasi lembah. wahana ini merupakan salah satu yang terpanjang di Indonesia. keren !

Informasi tambahan :
- Tiket masuk kawasan Bandungan = 4000/orang (weekdays) dan 5000/orang (weekend)
- Tiket masuk wahana = 10.000/orang
- Harga kopi dan makanan di Podok Kopi Atas = 15.000-35.000

Hidup ini seperti thawaf

photo by : Gallusia crew magazine Judul tulisan  ini terinspirasi oleh buku tentang Pak Cacuk belajar tiada henti, dalam halaman pem...