Kamis, 31 Desember 2015

Telfon dari Bapak




Namanya juga hidup pasti ada siklusnya, dari muda menjadi tua, dari sekolah SD sampai Sarjana. Ia akan terus maju bersama waktu. Ketika masih menjadi mahasiswa di tahun-tahun pertama saya sering mengamati kegalauan para senior dalam menyusun tugas akhir ( Aka. Skripsi) , dan saya sekarang pada posisi ini. Yang saya rasakan bukan pada kegalauan mengenai metodologi penelitian namun lebih kepada pertanya’an orang-orang sekitar, kapan lulus ? well, at the first time saya tidak terlalu ambil pusing. Saya anggap seperti angin lalu dan dijawab sekenanya saja.  sampai pada satu titik saya disadarkan oleh telfon dari Bapak. Saya harus menyelesaikan ini (read : Skripsi) as soon as possible

Krapyak di penghujung tahun 2015

Libur telah tiba, suasana asrama kembali sepi. Yang biasanya terdengar gelak tawa kini hanya menyisakan suara kipas tua di dalam kamar. Saya memutuskan tidak pergi kemana-mana mengingat jogja di akhir tahun begitu padat, macet sudah pasti. Setelah sarapan pagi di warung langganan (mbok minggiran), tempe gorengnya super enak. Saya memutuskan untuk membuka laptop dan browsing, one of principal in my life is even we’re doing small thing ensure it worth. Pagi ini saya belajar memasak virtual youtube, saya sudah subscribe beberapa channel memasak seperti Kokiku tv, Yuda Bustara, Farah Queen, What’s cooking, Home cooking adventure dan masih banyak yang lainnya. Ketika chef Yuda Bustara  sedang membuat bumbu sate padang, telfon saya berdering and it was daddy’s calling.

A Spirit

Sudah hampir dua tahun bapak sakit stroke, dan selama itu pula bapak menjalani terapi dan mengkonsumsi obat-obat tradisional. Pernah agak mendingan namun sempat pula kondisinya menurun, he thinks too much. Pagi ini beliau menelfon saya dan memberikan kabar bahwa saat ini beliau sudah bisa berjalan tanpa tongkat dan setiap pagi berjalan dari rumah sampai ke sekolah SD ku dulu. What a great news. Bapak sekarang sering olahraga pagi dengan harapan kondisinya lebih baik,dan ingin sekali menghadiri wisuda mu. Kemudian beliau nanya ke saya, jadi wisuda 2 bulan lagi ? 

Telfon dari bapak kali ini memberikan motivasi untuk terus semangat, sesemangat beliau untuk sembuh. He motivates me in his way. Kemudian saya hentikan tontonan memasak saya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar