Sabtu, 15 November 2014

16th AAAP Congress Report

It has just finished the biggest conference and congress in the field of Animal Science known as AAAP (Asian-Australasian Animal Production) in Yogyakarta. Indonesia is twice being the host of this conference. As the conference and congress went succesfully and memorable there are plenty of stories behind its success. Here , I am going to tell you what has been being my responsibility along the program. I do become  LO (Liasion Officer) for the Invited speaker who particulary invited by the committee to have speech in plenary session, they are the one who expert in their field.
I really thankful that I was part of the student committee, got many experiences and an insightful moment I felt during the conference. and on this occasion, the man that must be assisted is a Prof. Francois Bocquier ( Director, Department MPRS Sup Agro UMR-Systemes d'Elevage Mediterranean et Tropicaux, France ).I love the way he enjoys his presence in the conference. 
sometimes the picture could explain a thousand words, so here are the pictures: 
Mr. Bocquier is explaining his research about "Livestock Adaptation and Development in Harsh Environment"


Take photograph in front of the gate at the conference venue, Grha Saba Pramana becomes my second home at that time.


They are the best for poster and oral presentation.


The next host for AAAP 17th  goes to University of Kyushu, Fukuoka Japan.


Jumat, 07 November 2014

Puncak pertama, Gunung Merbabu

Tahun dua ribu empat belas mau habis dan inilah tulisan saya pertama di blog, memang sangat miris dan sangat memprihatinkan. baiklah untuk secret admirer yang diam-diam selalu ngecek blog dan menanti postingan-postingan yang kadang nggak penting banget. hehe pada postingan ke #163 ini saya akan bercerita kepada anda semua pengalaman pertama saya mendaki gunung.

“Climb the mountains and get their good tidings. Nature's peace will flow into you as sunshine flows into trees. The winds will blow their own freshness into you, and the storms their energy, while cares will drop away from you like the leaves of Autumn.”  ~John Muir

saya sangat bersyukur memiliki teman yang sangat luar biasa yang mempunyai inisiatif yang luar biasa pula sehingga menjadikan salah satu mimpi saya sejak dulu bisa tercapai, ya mimpi sederhana untuk bisa mendaki gunung dan sampai di puncak. saya pernah membaca sebuah artikel mengenai 20 hal yang harus dilakukan saat usia 20 tahun salah satunya adalah mendaki gunung. finally, Mission acomplished. seorang teman pernah mengatakan hal ini kepada saya "sekali lo naik gunung lo pasti ketagihan" yup, Indeed. puncak pertama yang saya taklukan adalah puncak Mt. Merbabu (3145 mdpl). 
sebagai pendaki kelas bawang saya menyempatkan diri untuk menonton film 5 cm tujuannya adalah supaya lebih semangat dalam pendakian. pendakian dilakukan secara rombongan dengan para #Alchemist mereka adalah angkatan pas di MA (Madrasah Aliyah), They are strong ! ternyata mendaki gunung itu banyak sekali manfaatnya seperti :

1. Mensyukuri ciptaan Allah. mendaki gunung itu tidak hanya saat sampai di puncak tetapi lebih kepada perjalan menuju puncak maka nikmatilah setiap langkahmu, nikmatilah hembusan angin yang menerpa wajahmu dan menyatulah dengan bukit-bukit yang hijau, sabana yang eksotis dan bersyukurlah.
"I like the mountain because they make me feel small"
2. Berdamai dengan diri sendiri. Saat pendakian kita dilatih untuk sabar dan menghilangkan egoisme pribadi there is no shortcut to get the top maka nikmatilah prosesnya, selanjutnya adalah kita bisa lebih memahami orang lain. 
3. Berbagi itu indah. satu hal yang saya sesali adalah saya tidak membawa banyak snek pribadi hingga akhirnya hanya memakan sobekan-sobekan roti, tapi disitulah saya belajar untuk berbagi meski sedikit dan alhamdulillah nikmat. Sekian.





Hidup ini seperti thawaf

photo by : Gallusia crew magazine Judul tulisan  ini terinspirasi oleh buku tentang Pak Cacuk belajar tiada henti, dalam halaman pem...