Minggu, 01 Desember 2013

Sering kali kita kagum terhadap prestasi orang yang sukses dengan jabatan, kekayaan, dan popularitas yang cukup menonjol dan mengundang decak kagum orang lain. Namun, banyak dari kita yang tidak mau mempelajari dan menghargai proses perjuangan hidup ke arah sana. ( Hidayat, 2013)
Saya yakin orang tua atau orang-orang yang menurut bayangan kita sebagai orang sukses, mereka pernah menjalani pertarungan berat untuk mengalahkan berbagai impitan dan tantangan, tidak hanya tentang finansial. Mereka yang telah sukses saat ini telah berhasil menjalani proses dengan terstruktur dan baik sehingga semesta pun mendukung. Namun, saat ini tidak dipungkiri banyak orangtua yang justru memasung anak-anaknya untuk tumbuh kuat dengan cara memanjakan mereka, tentunya hanya dengan pengalaman dan kerja keras dan mampu mengatasi kesulitan seseorang akan tumbuh menjadi lebih kuat.
Budaya instan memang sudah menyebar ke berbagai golongan masyarakat, budaya dapat diartikan sebagai suatu kebiasaan dan instan dapat diartikan sebagai sesuatu yang cepat. Bolehlah kita membiasakan untuk melakukan sesuatu dengan instan untuk hal – hal seperti mencuci atau hal yang dapat memudahkan mobilitas seseorang. Namun yang harus digaris bawahi adalah tidak ada ke-instan-an dalam kehidupan begitu juga dalam menempuh pedidikan ada proses yang harus dijalani dan diselesaikan dengan baik dan penuh kejujuran, dan proses panjang inilah yang mulai hilang dalam proses pendidikan kita.
Manusia adalah penentu nasib dirinya sendiri, bukan orang lain. Dari ungkapan tersebut jelas bahwa manusia sendirilah penentu masa depan mereka, tentunya kita memiliki cita-cita. Terkait terwujudnya cita- cita tergantung seberapa keras usaha yang kita lakukan dan seberapa besar kita menghargai proses. Tidak mungkin seorang pengusaha sukses ditempa dalam waktu yang singkat, tentunya para pengusaha sukses telah mengalami kebangkrutan atau kerugian dan cobaan lainnya. Apabila kita menghargai proses tentunya kita akan memahaminya sebagai sebuah siklus yang biasa terjadi ada saat dimana kita diatas dan dibawah, tanpa disadari kita telah membangun fondasi yang kuat. Semakin tinggi sebuah pohon maka angin yang menerpanya akan semakin kuat, begitu juga manusia apabila tidak memiliki fondasi yang kuat meski sukses tetapi tidak akan bertahan lama. Fondasi yang kuat dibangun dari pengalaman kita berproses menuju sesuatu yang kita sebut sebagai sukses.
Mari lihat diri kita saat ini, keadaan kita saat ini adalah cerminan kita dimasa lalu dan tentunya usaha dan kerja keras kita saat ini akan menentukan siapa diri kita di masa yang akan datang.
Sekali lagi bukan maksud menggurui pembaca semua, Asal kita sabar dan terus mengupayakan apa yang kita inginkan, serta selalu libatkan Tuhan dalam sendi-sendi kehidupan. Insyaallah hasil maksud.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar