Jumat, 15 Maret 2013

Intermezo #1

Masa-masa narsis. :p

Hal pertama yang kuinginkan adalah sebuah sepeda yang bisa menjadi teman untuk pergi ke kampus, jarak ke kampus cukup menguras banyak waktu totalnya 45 menit, itulah sebabnya aku selalu berangkat lebih pagi dan lebih cepat dari teman seasrama. keinginan menggunakan sepeda karena peraturan kampus yang melarang penggunaan motor di wilayah kampus, dimulai angkatanku tahun 2011. yang menjadi pikiranku saat itu adalah suasana bakal menjadi nyaman dan indah dipandang, dimana-mana para mahasiswa menggunkana sepeda. nyatanya tidak ada perubahan. setiap kendaraan bebas masuk. kebijakan yang perlu dikaji ulang. lalu apa tujuannya penandatangan diatas materai ? ah,, lupakan.
aku bertahan menggunakan sepeda hampir selama tiga semester, dan selama itu banyak kejadian-kejadian yang unik. selama dua kali ganti sepeda aku sudah ditabrak dua kali oleh pengguna motor. kejadian pertam  paling tragis adalah ketika aku pulang malam, tepatnya diperempatan daerah dekat asramaku. ketika itu aku tidak sadar bahwa ada kendaraan yang melaju sangat cepat dari arah timur. ketika menyadari hal tersebut aku berteriak aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... brak semua seperti di sinetron, dan penabrak yang ternyata seorang wanita itu langsung kabur. biarlah. kejadian kedua sama terjadi dimalam hari, ketika baru pulang  dari kampus sambil nyanyi gak jelas tiba-tiba seorang bapak-bapak berumur 45 an sedang menerima telfon+naik motor. aku panik ketika motor itu mulai mendekat dan akhirnya brakkk... ! suara benturan motor vs sepeda, itulah sebabnya jangan menerima/melakukan panggilan/sms saat berkedara. ternyata bapak itu bertanggung jawab, dia merasa bersalah ketika melihat kondisiku yang memprihatinkan. tapi dengan cepat aku meninggalkan TKP dan wajah memelas bapak tersebut. jangan tanya mengapa aku tidak meminta pertanggungjawaban. 
sepeda sudah jadi bagian dalam kehidupanku, mulai dari ke kampus, satu bis bareng. sampai menjadi teman refreshing saat galau ini melumpuhkanku, biasanya aku tiap minggu pagi jalan-jalan ke Bantul kota sekedar untuk menikmati persawahan yang masih terhampar luas dan menyicipi makanan di pasar tradisional. 
bersepeda di kota jogja begitu tersiksa kalo pagi/siang/sore. diawal semester aku harus bertarung dengan motor + mobil, serta bis kota yang kadang-kadang supirnya labil. maksud hati mau sehat tapi eh udah kena polusi duluan. ya begitulah kondisinya. membayangkan suatu saat bisa main sepeda sepuasnya di Copenhagen. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar