Minggu, 10 Februari 2013

#Merenung


Kebon danas, Pusakanagara. Subang.

Salah satu tujuan saya pulang ke subang adalah untuk bertemu dengan nenek, sekaligus menenangkan fikiran. Sepertinya saya terlihat begitu banyak fikiran, hingga harus memerlukan waktu khusus untuk menenangkan diri. Tapi itulah nyatanya, saya terlalu banyak memikirkan hal yang tidak penting dan menghawatirkan sesuatu yang belum pasti.  Tempat favorit saya adalah sawah, jangan tanya mengapa. Beberapa jam lalu saya menyusuri jalan setapak yang membelah persawahan dibelakang rumah bibi, tahu apa yang terlihat ? sejauh mata memandang hanya ada hamparan sawah yang sangat luas, ya, sejauh mata memandang.
Hampir setiap minggu saya bersepeda ke Bantul untuk menemukan sawah yang cukup luas,  tapi disini saya menemukan dengan sangat mudah, hanya dibelakang rumah. Saya puaskan berjalan di pematang sawah, kontur persawahan memang sedikit berbeda disini. Menyusuri jalan setapak dan seolah-olah masuk dalam hembusan angin sore yang menyejukan. Saya terlihat seperti anak kecil, bermain lumpur di sawah dan menanyakan beberapa orang yang sedang memancing. Memang hujan beberapa hari lalu membuat sungai kecil meluap, dan beberapa dari mereka bisa memperoleh ikan seperti betik, kincling. Entah apa didaerahmu jenis ikan ini disebut.
Syukurlah, hari ini tidak ada yang menelfon masalah keasramaan. Tidak harus menahan emosi. Saya merasa sangat nyaman disini meski hanya beberapa hari. Setidaknya itu dapat menjadi energi untuk satu tahun kedepan, luar biasa bukan ? tapi itulah adanya. Bertemu dengan kerabat membuat saya termotivasi, termotivasi untuk belajar lebih giat dan serius dalam melakukan sesuatu. Saya merasa punya tanggung jawab moral atas apa yang terjadi disini. Mungkin inilah yang membuat uban dirambut saya bertambah, saya terlalu terobsesi untuk menjadikan semuanya lebih baik. Baiklah, saya percaya saya pasti bisa. Doakan saya. 
Dongkal, selalu terhidang setiap pagi setelah memejamkan mata.  Oh iya dongkal adalah makanan tradisional campuran semacam singkong, gula dan parutan kelapa. Bisa menjadi pengganti nasi, enaknya dinikmati di pagi hari. Mengandung cukup karbohidrat dan mengenyangkan yang pasti harganya murah. Setiap pagi pasti saya sempatkan jalan-jalan ke sawah bersama keponakan yang masih duduk di bangku TK, ya sesekali dia menjelaskan apa yang dia lakukan disini. Terdengar begitu menyenangkan.
Merenung adalah hal yang sering saya lakukan untuk memulihkan semangat, karena semangat itu naik turun itulah sebabnya sempatkan untuk merenung beberapa saat, agar semuanya menjadi lebih baik. Dari beberapa orang yang kukunjungi telah banyak menyadarkan saya akan nilai-nilai kehidupan yang selama ini kurang saya perhatikan, menyadarkan kepada saya tentang tanggung jawab besar yang selama ini tak pernah sadar. Seolah ada pisau yang tertancap seketika, terimakasih telah menyadarkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar