Sabtu, 16 Februari 2013

Menghidupi Organisasi



Organisasi adalah hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan mahasiswa, bagi beberapa orang memang demikian. Termasuk saya, bagi saya organisasi merupakan tempat untuk mengembangkan diri how to manage anything, how to lead ourselves in term of leadership. Saya baru merasakan feel nya mengikuti organisasi saat-saat sekarang ini. Tidak ingin di cap sebagai kupu-kupu akhirnya saya tergabung dalam tiga organisasi di tingkat fakultas maupun universitas. Terkadang kita harus memaksakan diri kita untuk hal yang akan menjadikan kita lebih kaya dalam hal pengalaman, keluar dari comfort zone. Hingga pada akhirnya itulah yang akan menjadikan kita berbeda dengan mereka yang tidak pernah berorganisasi.
                Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, feel berorganisasi yang mendalam baru saya rasakan saat ini. Bukan berarti selama ini saya tidak mempunyai feel dengan organisasi yang saya ikuti, dalam berorganisasipun saya sesuaikan dengan passion saya. There will never be regreted to involve in organisation. Jujur saya pernah keluar dari organisasi yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Itu hak kita untuk involve or not. So, you’ll give the best to your organisation if you love live inside.
                Ceritanya seperti ini, saya bersama beberapa teman mendirikan sebuah organisasi sosial kepemudaan. Hal tersebut didasarkan pada kesamaan visi dan mimpi dari beberapa sahabat yang sangat luar biasa. Saya begitu menikmati alur dan ritme organisasi begitu juga sahabat saya yang lainnya, tak disangka bahwa minat para pemuda dengan organisasi sosial sangat luar biasa. I really Impressed. Saya masih ingat betapa harus mengorbankan waktu dan pemikiran untuk mengkonsep sebuah organisasi yang memiliki visi dan misi yang dapat diterima oleh banyak orang. Hingga akhirnya kita dapat melalui tahap tersebut dengan indeks yang sangat baik, organisasi yang kita bentuk telah memiliki visi dan misi serta goal utama. Bukankah seperti itu seharusnya sebuah organisasi.
                Konsistensi adalah salah satu hal penting dalam menghidupi organisasi, namun saya akui itu adalah hal yang sulit apalgi harus meng konsistensikan semua anggota organisasi. Layaknya sebuah organisasi badai itu pasti ada baik yang sifatnya eksternal maupun internal. Hingga suatu ketika kita berhenti mengayuh untuk beberapa saat.
“Layang-layang tidak akan terbang tinggi bila tak ada angin” . itulah yang selalu saya yakini. Setelah organisasi istirahat untuk beberapa saat, saya tidak menafikkan bahwa timbul masalah-masalah baru, rasa pesimis dan keraguan mulai muncul dan untuk beberapa saat kita lost contact. Hal ini kita sadari bersama bahwa selalu ada skala prioritas dalam hidup. Kegiatan akademik adalah hal yang tidak bisa tergantikan.
                “Mimpi yang menguatkan kita”. Saya jadi ingat sebuah pertanyaan pada sesi wawancara, singkatnya seperti ini. Apa yang akan anda lakukan jika ada masalah dalam organisasi/team yang anda ikuti ? dan jawaban itu coba kita cover untuk menyelesaikan semuanya. Kita bermusyawarah apa yang akan kita lakukan kedepan. Masa-masa seperti inilah yang akan menentukan arah semuanya. Jujur rasa pesimis selalu membayangi namu akhirnya sirna, karena sekali lagi mimpi yang menguatkan kita.
                Tiba waktunya, semua masalah sudah sangat clear. Saya sangat bangga memiliki teman dan sahabat yang luar biasa, saat kita terjatuh kita bisa bangkit tiga kali lebih kuat, rasa optimislah yang tersisa dalam diri. Mungkin inilah saat yang akan dirindukan 30 tahun yang akan datang. So proud of you.
                                

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar