Sabtu, 26 Januari 2013

To reflect and to act

       
  Ini bukan bagian dari materi perkuliahan Pembangunan Masyarakat, dosen saya bilang materi  ini sebagai suplemen tambahan agar kita menjadi lebih sadar, agar kita lebih merenung untuk kehidupan bangsa indonesia yang lebih baik. baiklah, semua pesan berantai yang diberikan oleh dosen saya semuanya menggunakan power point. sehingga sangat tidak memungkinkan bagi saya untuk meng-attach pada tulisan saya yang ke 139 imi. namun jangan khawatir pesan tidak akan tersampaikan. inilah rangkuman yang dapat saya share kepada para pembaca semua.
          Perbedaan antara negara kaya dan miskin tidak bergantung pada umur suatu negara, contohnya adalah mesir dan india yang umurnya lebih dari 2000 tahun namun saat ini mereka tetap tidak dikatakan sebagai negara maju, disisi lain Kanada, New zealand dan Singapura negara yang umurnya kurang dari 150 tahun dalam membangun saat ini merupakan negara yang maju dan penduduknya tidak miskin lagi. mereka menjadi negara yang dikagumi oleh setiap orang sebagai tempat belajar maupun berwisata. saya katakan bahwa "kekayaan sumber daya alam tidak menjamin suatu negara akan menjadi kaya atau miskin". mari bercermin pada Jepang. jepang merupakan negara yang luas daratannya sangat terbatas, hampir 80 % luas wilayahnya berupa pegunungan dan tidak cukup untuk meningkatkan pertanian dan peternakan. namun saat ini jepang merupakan salah satu raksasa ekonomi dunia, Jepang laksana negara Industri terapung yang besar mereka banyak mengimpor barang mentah yang selnjutnya mengekspor kembali menjadi barang jadi (siap digunakan). Contoh lainnya adalah Swiss, Swiss merupakan negara penghasil coklat terbaik di dunia, padahal hanya 11 % dari luas wilayahnya (daratan) yang bisa ditanami dan negara ini merupakan negara penghasil susu terbaik di dunia.  negara ini juga tidak memiliki reputasi keamanan dan integritas yang baik namun bank-bank di negara ini sangat disukai oleh orang di dunia. 
         Para eksekutif dari negara maju yang berkomunikasi dengan rekannya yang berada di negara berkembang dan negara miskin, mereka sependapat bahwa tidak ada perbedaan mencolok dalam hal kecerdasan, warna kulit dan ras juga tidak menjadi jaminan bahwa suatu negara dikatakan miskin ataupun kaya. para imigran yang dikatakan malas di negara asalnya namun mampu menjadi pekerja yang produktif di negara-negara maju seperti di eropa, then the big question arise. so, what the difference ? perbedaanya adalah pada sikap dan pola hidup masyarakatnya yang terbentuk selama bertahun-tahun oleh pendidikan dan kebudayaan. 
        Berdasarkan analisis perilaku masyarakat di negara majau, ternyata para masyarakatnya mematuhi/mengikuti prinsip-prinsip dasar kehidupan. yaitu :
1. Etika, sebagai prinsip dasar kehidupan sehari-hari.
2. Kejujuran dan integritas
3. Bertanggung jawab
4. Hormat pada aturan dan hukum masyarakat
5. Hormat kepada orang/hak orang
6. Cinta pada pekerjaan
7. Mau bekerja keras
8. Berusaha kerja keras untuk menabung dan investasi
9. Tepat waktu
di negara miskin/terbelakang/berkembang hanya sedikit yang melakukan prinsip-prinsip dasar kehidupan tersebut. 
            kita bukan miskin (terbelakang) karena sumber daya alam kita, atau alam yang kejam pada kita. negri ini dikaruniai kekayaan alam yang sangat luar biasa, batu bara, hutan, minyak dan gas. dll. kita miskin karena perilaku kita yang kurang/tidak baik. kita kekurangan kemauan untuk mengerjakan dan mengajarkan prinsip kehidupan yang memungkinkan masyarakat kita membangun ekonomi, bangsa dan negara. mari bertindak dimulai dari hal-hal kecil. semoga menyadarkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar