Kamis, 10 Januari 2013

sekedar catatan

bersyukur itu ketika masih bisa meluangkan waktu membaca buku selain buku diktat di waktu ujian akhir, ya,, saya adalah tipe orang yang fokus pada tujuan. menurut saya membaca buku disaat ujian selain diktat itu membuang waktu, bermain internet itu membuang waktu. saya selalu berencana untuk puasa social media selama menghadapi ujian. tapi kenyataanya saya tidak bisa. memang kehidupan saya saat ini tidak jauh-jauh dari internet. bahkan saya telah kecanduan internet sebanyak 35 % dari sebuah survei Facebook. yang kebenarannya harus dipertanyakan.saya melakukan ini semua karena kekhawatiran saya atas nilai semester saya yang terjun bebas di semester dua kemaren. then I thought. if everything has each portions. jujur, kehidupan saya saat ini tidak bisa lepas dari internet. rasanya berat untuk meninggalkan kebiasaan seperti membaca buku atau berselancar di dunia maya di waktu ujian. hingga akhirnya saya memutuskan, keduanya harus berjalan secara bersamaan. 
Hectic day has began !
I Miss the hectic days. that was said by me in the bored of holiday. entah kenapa, perasaan saya hampa kalo gak ada hal yang dilakuin, dalam sehari aja. pernah waktu itu menghabiskan waktu seharian hanya dengan tidur dan menonton tv. it seems kill me slowly. itulah sebabnya the hectic days selalu saya rindukan setiap kali liburan. seperti ketika hari tenang sebelum ujian. biasanya banyak para mahasiswa yang sibuk mencari materi ujian semester mulai dari ngopy master, slide, diktat. termasuk saya, inilah momen dimana saya belajar dua kali lipat dari biasanya. bagi saya ujian adalah pertarungan. terbukti beberapa hari ini harus tidur sampai larut malam dan sungguh saya menikmati proses ini.
Being a Study Oriented.
saya merasa bahwa di semester tiga ini saya menjadi tipe mahasiswa yang study oriented. fokus banget sama yang namanya hal yang berbau akademik. it's real happen on me. sejak nilai saya yang terjun bebas di semester dua seolah itu adalah peringatan sekaligus tamparan keras. saya adalah mahasiswa yang menganggap nilai itu penting. disadari atau tidak banyak peluang yang akan di dapat. semester ini (3) merupakan masa-masa dimana otak dan tenaga harus berkompromi untuk saling menguatkan. disamping saya menjadi study oriented dan mengejar target Indeks prestasi yang tinggi pada semester ini, organisasi yang saya ikuti bertambah menjadi tiga. inilah resiko yang harus saya terima, bukankah menjadi mahasiswa tidak hanya fokus pada akademik. mahasiswa cerdas itu bukan mereka yang selalu mendapat nilai tinggi, namun mereka yang mampu memberi keseimbangan terhadap kehidupannya. sekedar opini pribadi.
I don't like cheating.
mungkin ini hasil didikan yang saya peroleh. sejak kecil saya diajarkan untuk selalu jujur dalam melakukan sesuatu. jujur itu berkah, setidaknya itulah yang saya rasakan. sejak SD saya tidak pernah mencontek dalam ujian hingga saat ini menjadi mahasiswa. saya sering melihat beberapa teman mencontek, metodenya bermacam-macam ada yang ditulis ditangan, membuat catatan kecil, pura-pura izin ke kamar mandi dll. sebenarnya para pengawas itu mengetahui semua metode yang digunakan para pencontek. mungkin karena sudah "ahli banget" jadi nggak ketahuan. tapi tuhan maha tahu. you never realize that you've kill your conscience slowly. mencontek itu melukai hati nurani. biasanya saya akan mengosongkan jawaban atau menulis kembali soal bila saya memang benar-benar tidak tahu jawabannya. nilai yang saya peroleh adalah cermin usaha yang saya lakukan. sekali lagi, saya juga tidak pernah titip absen. istilah yang baru saya dengar selama berada di dunia kampus dan saya juga menolak bila teman saya meminta untuk membuat pernyataan palsu (TA). ini masalah hati nurani dan masalah prinsip. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar