Minggu, 20 Januari 2013

Jalur Dua Inside !

Bus jalur 2 melewati jalan Abu Bakar Ali. 

wajah transportasi negeri ini begitu memprihatinkan, dari sisi pengelolaan sampai dengan kondisi yang tidak layak jalan, emisi carbon berlebihan serta setumpuk masalah lainnya. sebagai mahasiswa yang setiap hari menggunakan angkutan umum merasa kurang nyaman. di kota yogya sendiri ada beberapa moda transportasi yang bisa digunakan seperti bus kobutri, trans jogja, delman, becak, motor serta sepeda. hampir setiap hari saya menggunakan bus untuk pergi ke kampus. perbedaan mencolok sangat terasa, saya hanya membayar sebanyak Rp. 3000 untuk bisa keliling jogja dan ke kampus dengan Bus Trans jogja yang full Ac dan penunjuk rute. dan saya membayar Rp. 2500 untuk setiap jali jalan ke kampus dengan menggunakan bus kobutri. bau rokok orang yang belum sadar, polusi, pelayanan kernet bus yang kadang kurang mengenakkan, banyak pengamen namun saya merasa telah klik dengan kondisi tersebut. saya hanya butuh menjauhi perokok, menggunakan masker dan sedikit lebih sabar. saya sudah mengetahui bagaimana mengatasinya. itulah mengapa saya menulis postingan ini yang bercerita kehidupan 1 jam berada di bus, setiap kali pergi dan pulang dari kampus.

Ini akan menjadi kisah yang tak terlupakan, menjadi goresan yang indah dan menempati ruang hati terdalam. never forget every single moment on the bus, when my happiness and anger are melting inside. -Abdul hamid

All About the Bus.
hampir setiap hari saya menggunakan bus untuk pergi ke kampus, saya menggunakan bus jalur dua yang melayani trayek dari terminal hingga kampus. kondisi bus ada yang baik namun tidak sedikit yang sangat memprihatinkan,. kalo lagi untung dapet  bus yang agak enakan tapi kalo belum beruntung harus rela dapet bus yang mogokkan. hampir satu setengah tahun menjadi pelanggan setia moda transportasi ini. jadi sudah tahu busuknya dan tentunya kebaikannya juga, disini saya banyak belajar tentang kehidupan. belajar tentang kesabaran, arti berbagi, ketulusan. 

jika difikir itu hanya sebuah bus, namun akan ada banyak pelajaran bagi ia yang peka.

pengguna transportasi ini adalah mereka para pelajar SD, SMP, SMA serta Mahasiswa. namun yang lebih dominan adalah para ibu-ibu yang akan pergi ke pasar, yang  sering  saya lihat adalah wanita-wanita tua jogja yang kuat. saya hampir setiap hari menyaksikan lansia berumur lebih dari 70 tahun masih kuat membawa barang dagangan atau belanjaan. kebanyakan dari mereka berasal dari pedesaan di Bantul yang terkadang harus berganti bus dua kali untuk mencapai pasar terbesar di yogyakarta. pasar Beringharjo. di wajahnya menggoreskan pengalaman hidup yang luar biasa, lewat setiap relief di wajahnya. selain itu tak jarang saya jumpai turis mancanegara naik bus ini juga.

Jogja berhati nyaman !

memang betul kalo dibilang "jogja berhati nyaman", setiap kali naik bus jalur dua. selalu ada senyum dari wajah-wajah orang jogja. biasanya yang nggak senyum bukan orang jogja. selain itu, yang saya amati adalah kedekatan emosional antara penumpang dan supir busnya. mungkin karena sudah menjadi langganan atau apalah itu, ketika ada seorang ibu membawa anaknya untuk ke rumah sakit si supir malah memberi uang pada anak ibu tersebut, kalo sudah bisa menggaet hati supir malah-malah bisa digratisin.selain itu bagi para pengamen biasanya gratis. what a wonderful life inilah yang disebut harmoni.
saya ingat ketika habis pulang dari kampus, saat itu kondisi bis lumayan ramai. ketika itu bis berhenti di daerah malioboro. tiga orang pria dengan tampang semacam kalem keluar. setelah mereka menjauh dari bus, sang supir bilang "adakah barang yang hilang ? ketiga orang tadi adalah copet". oh my gosh ! saa't itu saya sangat terkejut. hal yang menurut saya luar biasa adalah, biasanya para penumpang yang lebih muda akan membayar ongkos para lansia. 

Tentang seorang pengamen.

setidaknya hampir setiap hari saya menemukan dua orang pengamen yang sama. dengan suara yang lumayan enak mereka bernyanyi. kebanyakan dari mereka bernyanyi lagu galau atau kisah percintaan yang kandas. that's the fact. ada juga pengamen yang mengumpat jika tidak diberi uang. saya sangat jarang sekali memberi mereka uang. saya akan memberi uang pada mereka jika lagu yang mereka nyanyikan menurut saya bagus, kedua. dua pengamen yang saya jumpai menurut fisik yang terlihat memang terlihat baik. mobile phone mereka bagus, memiliki motor, sandal mereka juga bagus. jadi buat apa saya beri uang kepada mereka. mereka sudah terlihat lebih baik.
para pengamen dan para supir serta kernet mereka juga sudah saling mengenal. dan terkadang para pengamen memberikan info kepada supir dan kernet. intinya berbicara masalah bus.

Harus punya kesabaran lebih.

seperti yang saya katakan sebelumnya, kondisi bus jalur dua tidak semuanya bagus. ada kondisinya yang menurut saya kurang layak, hal yang paling saya tidak suka adalah. biasanya bus ini ngetem nya lama hinga 10 menit lebih. belum lagi kondisi kota jogja kalo musim panas. oh my gosh ! tidak jarang saya mendengar umpatan-umpatan para penumpang. menurut saya itu wajar kalo udah keterlaluan.

andai saja kondisi busnya lebih baik, mungkin ceritanya akan berbeda. saya menikmati setiap hal yang dilewati dalam hidup saya. I love my life.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar