Minggu, 30 September 2012

Mencoba yang lain dan berbeda

sudah beberapa hari ini dan beberapa pertemuan selalu jadi MC, yeah akhirnya bakat gue tersalurin ini juga ajang buat belajar bagi gue buat jadi news anchor, ini juga ajang buat gue ngembangin Publik speaking. dan gue sering ngasih Ice Breaking kepada para peserta dan alhamdulillah mereka seneng dan tertawa, rasanya ada kesenangan tersendiri jika kita menjadikan sebuah acara jadi lebih berwarna #bahagiaitusederhana. gue juga masih tahap belajar menekuni hobi baru ini, gue juga masih perlu belajar lagi lewat orang-orang yang sangat luar biasa dalam membawakan suatu acara, selama ini gue belajar melalui tv.
nih ada tips bagi sahabat setia pembaca blog saya bagaimana menjadi pemandu acara yang keren, check this out. :)
1. lo semua harus terlihat meyakinkan, jangan terlihat klemar-klemer.
2. humor is good when it used at the right place, right moment and to the right person. jadi lo semua harus bisa memposisikan diri konsep acaranya.
3. enjoy aja "the plenary is yours" keberlangsungan dan segala sesuatu tentang acara lo yang handle.
4. pesiapan adalah hal yang sangat penting. lo mesti siap materi sebelum tampil jadi MC biar bisa ngimbangin ama pembicaranya.
5. lo juga harus atraktif ngajak audience ya, misalnya nriakin jargon ato apa deh... buat para audience semangat.
6. ice breaking kecil-kecilan penting juga lho. biar acara nggak "krik..krik..krik.. 
7. jangan terlihat grogi kalo ada masalah teknis, misal mik mati, seperti gue bilang "plenary is yours".
8. berikan closing statement yang woww.. bisa juga ngasih quoete.

Nb. : info tambahan sewaktu-waktu dapat ditambahkan oleh admin. :)

Senin, 24 September 2012

semacam curhatan tentang krapyak #2 (Teori Individualis Basi)

salah satu asrama di Pondok Pesantren Krapyak (Ali Maksum)

alhamdulillah masih bisa melanjutkan tulisan tentang krapyak, sejatinya bahwa manusia itu adalah mahluk sosial yang tentunya sangat bergantung satu sama lain untuk mempertahankan hidup, manusia menurut fitrahnya hidup saling berdampingan antar sesama manusia serta mahluk ciptaan tuhan lainnya. aku masih ingat ketika awal aku datang ke jogja tak ada saudara atau teman di kota gudeg ini. aku memulainya dari awal untuk memulai kehidupan yang terpaut ribuan mil dengan keluarga dirumah. aku tipe orang yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru tapi aku masih merasa enggan untuk sok kenal dengan kakak kelas. aku tidak suka bila aku harus pura-pura hormat kepada mereka yang merasa sok berwibawa, aku hanya akan hormat kepada mereka yang memang selayaknya untuk dihormati.
pondok bukannya tempat untuk menjadi individualis, pondok merupakan tempat pembelajaran kehidupan di masyrakat. tak ada individualisme dalam kehidupan di pondok semua berbagi dan saling menguatkan. sama halnya ketika kami tidak memiliki uang untuk jajan atau ketika teman sekamar yang butuh curhatan. aku suka sekali dengan bahasa inggris makanya aku join di kub debat di sekolahku, lama kelamaan aku tidak menemukan duniaku disana, itu semua karena satu orang. ya satu orang trouble maker. dia kakak kelasku.
entah sejak kapan aku mengenalnya, yang pasti aku dekat dengan dia aku ingin belajar bahasa inggris. karena aku lihat secara aksen dan pronounce dia bagus. aku biasa memanggilnya bung, ya aku dengan dia dulu sangat dekat. dia ibarat sang tentor yang memberikan vocab setiap hari. tapi sungguh perlakuannya terhadapku sangat memuakkan. seolah dia menjadi kakak angkat yang mengatur kehidupanku, aku dilarang bergaul dengan beberapa teman yang menurutnya kurang baik untukku, ahh persetan dengan semua itu. si bung juga mendoktrinku dengan teori yang menurutku busuk, selalu mengingatkanku untuk menjadi individualis. ahh semua tentangnya aku muak.
saat itu dalam pandanganku individualis itu diperlukan pada saat tertentu misal ketika dalam mengerjakan soal ujian atau suatu pekerjaan yang menuntut untuk diselesaikan secara individu, sekali lagi menjadi individualis di sebuah komunitas itu sangat tidak baik. 
semua sifat individualisme akan hilang dengan sendirinya, seperti temanku yang dulu begitu individual setelah beberapa bulan semua berubah, karena hidup di pondok tidak dididik untuk menjadi individualis. 

P.E.O.P.L.E

everyone has different thought, this is what should be understand for everyone. God created all human kind in this world with uniqueness, goodness and some badness it's none other for balancing life. as we knew God created everything on the earth has their couple just like behaviour of people. good opposite bad, ugly opposite handsome.etc, then the question risen why we have to live in couple ? only to full fill each other.
have you imagine ? sometimes we wanna ask people always a path with our opinion or you just dream if all the people in this world are good people, all the people in this world are same religion. well it's really impossible. life is never flat as we know, life is dinamic. if people in this world could be manage what your brain said so life is so flat and so bored. ok I will not talk about people in world scale, I just wanna share something which shaking my brain and someone who I met everyday.
sometimes life is unfair, almost everyday I met with people who live unlucky yet. when I ride my bike and stop in the traffic I was saw unfair of life, it just little example. a grandmother was still strugle to sell a news paper under the sun and the temperature of the city little bit high lately, her face looks so poor and between black and brown I know it caused by the pollution, since the morning until the dask came she still strenght her feet with newspaper on the breast. do you know when I see these situation I wanna cry but I still could manage my tears. and I'll promise to my self I wanna buy her news paper. really contradictive when I see some grandmother enjoying their last life with happiness. RT : sometimes life is unfair but we have to always thankfull to the god.
is not only you who wish all the people in this world are good, me too. I live in dormitory sometimes i'm crazy with the situation, I wanna run as fast as i can but I can't, I wanna hide and I can't. almost to be bananas when I ask to my friend or my student to doing something good. but I remember that's people. we have different thought and world.

Random Feeling

1. well, something that most I like is when I go to campus by bus and there is no stop in the middle of street. no smoker inside. can you imagine in the crowd of bus some people enjoy the smoke meanwhile I get the worst of it. sadness.
2. My campus is "educopolis" but it still a lot of people unrespect in role, I'm easy to finding the student smoke in campus area, I don't like it they just wanna show up. no good in every side.
3. I will not give my money to street singer, why ? some of them are used motorcycle and had phone better than me.
4. I'm cyclist geek, did you know there is special path in yogyakarta for cyclist like me and there is also special stoppage in traffic for cyclist. but then motorcycle and car still dominate it.
5. I never thought student who unseriuss with their study, they never think if they get special change to enjoying education. in otherside we still see the street children are sacrificing to survive.
6. sometimes I see a lot of seller they don't give full service to customer, so they didn't think these gonna bring bad effect for the continuity of business.
7. I never thought why people are throwing the rubbish in everywhere, river, street, park. hufft is not only doing by people who didn't get well educated but also educated people

I know everyone has their own life, has different thought in passing the problem. but for simple and good things and it bring a lot of people goodness we should respect each other, follow the rule roomates has be appointed. Realize it big society we live in we did not live alone.

Kamis, 20 September 2012

Semacam Curhatan tentang krapyak #1

Saalah satu sudut pondok pesantren krapyak


 (Waktu itu kelas satu MA ) Perkenalkan namaku Abdul Hamid asli Pelalawan. Seisi kelas bertanya-tanya dimana Pelalawan ? ustadzku bertanya lembut padaku dimana Pelalawan ? aku menjawab dengan polos Riau. Pelalawan adalah nama sebuah kabupaten di Provinsi Riau, pemekaran dari kabupaten Kampar pada tahun 1999. Tentang kabupatenku aku hampir tahu semuanya karena memang dirumah bapak punya buku tentang sejarah pembentukan kabupatenku, salah satu penggagas terbentuknya kabupaten pelalawan adalah Tennas Effendy beliau adalah budayawan Melayu Riau. Aku sangat mengangumi karya beliau yang menurutku luar biasa pantaslah ia dijuluki sebagai budayawan Melayu Riau. Judul buku yang paling ku ingat adalah Tunjuk ajar melayu yang berisi nasehat yang sangat luar biasa. Aku juga salah satu pengangum Bupatiku pernah suatu ketika beliau mampir di Masjid depan rumahku, menurutku beliau orang yang begitu kharismatik dan aku juga pernah membaca beberapa bukunya yang ku ingat adalah Merangkai Kampung membangun Negeri, dahulu beliau adalah ketua OSIS dan melanjutkan studinya di FH UGM, anak beliau juga ngampus di FH UGM. Tapi tahukah saat ini aku sangat tidak mengaguminya lagi. Saat ini sang Bupati lagi mendekam di penjara karena perbuatannya yang sangat ku benci dan mungkin perbuatan yang sangat dibenci penghuni alam ini. KORUPSI. Kembali ke kelas, tahukah mengapa aku selalu menyebutkan nama kabupaten ketika ditanya asal, bukankah menyebutkan provinsi lebih simpel. Mungkin agak terdengar sedikit konyol. Aku ingin ketika aku menyebutkan nama asalku mereka akan tahu semua tanpa harus bertanya berulang-ulang dan tanpa salah dalam mengucapkan asalku. Tapi ternyata persepsiku salah. Ketika temanku yang asli dari jawa, ketika dia berkenalan dan menyebutkan nama kabupatennya hampir semua tahu. Itulah kehidupan awalku di kota pelajar Yogyakarta.
Meski aku keturunan jawa aku masih butuh adaptasi untuk mengucapkan bahasa yang di dominasi O, aku selalu memakai bahasa Indonesia dalam keseharianku hingga setelah beberapa tahun selanjutnya logatku semacam kurang cocok dengan bahasa melayu. Hal yang pertama ku lihat adalah aneh karena aku baru pertama kali hidup di pesantren dengan hampir lima belas orang per kamar, aku juga merasa aneh ketika melihat proses pembelajaran di kelas yang masih menggunakan kapur, aneh ketika melihat orang makan dalam satu nampan hampir lima sampai enam orang dengan alasan kebersamaan, aku masih asing dengan kehidupan pesantren. Malam pertama aku di asrama aku selalu terbangun setiap tengah malam aku tidak begitu menikmati tidur di kamar, tapi seiring berjalannya waktu aku bisa beradaptasi dengan apa yang ada disini.
Belajar di pesantren adalah suatu keharusan dalam keluarga dan akupun menyanggupinya, masih ingat kata-kata bapak jika kamu mondok di jawa kamu akan kenal dengan orang seluruh Indonesia, jika kamu mondok di Riau kamu hanya kenal satu provinsi. Ternyata benar aku bisa kenal teman-teman dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara. Bila dilihat komposisi santri di pondokku mayoritas luar jogja.
Harus hidup dengan ratusan  orang dari latar belakang dan watak yang berbeda, semacam sedikit menantang, di kamarku terdiri dari berbagai daerah aku masih ingat sahabat sekamarku dimulai dari lemari deket pintu dia berasal dari bekasi utara, kediri, kebumen, lampung, pontianak, Banten. Moment yang paling tak terlupakan adalah ketika kami tidur bareng, ada temen dari jakarta yang hobinya curhat. Layaknya skenario film kehidupanku pertama di asrama seneng, sedih, ah rasanya sulit ku gambarkan. Krapyak adalah tanah harapan untuk meraih mimpi-mimpi, banyak orang besar yang lahir dari pesantren yang didirikan oleh KH. Muhammad Moenawir. Aku sendiri di Ali Maksum, terlalu panjang bila harus kuceritakan sejarah pondok ini.
Nama asrama ku adalah nama pangeran yang  sangat terkenal, Diponegoro. Aku mulai mencintai kehidupan baruku disini dengan rutinitas baruku antri makan setiap pagi, nyuci baju sendiri, antri mandi, setrika baju, tanpa Hp. Rasanya disini aku belajar kemandirian.

Senin, 17 September 2012

IPEKA : Sebuah Pesan, Curhat dan Pencerahan :)



Sebuah diskusi ringan terjadi di depan salesa pasca sarjana fakultas peternakan UGM, bahasannya menurut gue menarik tentang IP (Indeks Prestasi). Pelakunya adalah gue dan sahabat gue (maaf gak gue sebut merk) sebut saja si Aroel, eh sebut merk. Well langsung kebahasan aja kali yak. Menurut gue IP itu penting, penting banget. Menurut loe ? temen gue yang satu ini terlalu idealis banget bahwa IP itu gak terlalu penting, menurutnya IP tidak menjamin kesuksesan seseorang. Gue setuju kalo IP tinggi gak jamin kesuksesan seseorang tapi apa yang bakal loe semua lakuin dengan IP rendah ? daftar kerja ? sekarang aja untuk melamar pekerjaan paling gak IP 3.00 nah lo.. kalo di bawah 2,5 ? percuma kan kalo loe kuliah empat tahun. Ngapain aja selama kuliah. Menurut gue kata yang ter-Bold diatas hanya alibi seseorang untuk menyenangkan dirinya.
Banyak sekali penyebab seseorang mendapat IP rendah. Yang paling utama menurut gue adalah kegalauan karena gak cocok sama jurusan. Well, gue inget kata-katanya Billy Boen pas dia bales mention gue. Menurutnya orang yang bekerja tidak sesuai dengan passionnya tidak akan pernah maksimal, dan gue tambahin, begitupun dalam menuntut ilmu. Itu sih yang gue rasain. Gue menggalau setahun men disini dan yang gue rasain gue gak bisa maksimal, dipikiran gue hanya ingin nyoba snmpt lagi. Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan dengan penuh perjuangan akhirnya gue mulai jatuh cinta, gue jatuh cinta sama dunia peternakan. Menurut gue belajar peternakan itu menyenangkan. Dan mulai saat ini gue janji akan belajar dengan giat untuk masa depan gue dan Indonesia (eh.. kok malah curhat). Kembali kebahasan tentang IP.
Yang loe bisa lakuin dengan IP rendah ?
Sejujurnya IP gue gak bagus-bagus juga sih, tulisan ini salah satu tujuannya adalah untuk memotivasi gue bahwa segala sesuatunya harus berjalan seimbang. Setiap kali gue lihat pengumuman beasiswa mensyaratkan IP diatas 2.75 itu artinya kesempatan buat masuk dunia kerja (perusahaan) peluangnya semakin sempit dan sempit. Gue jalan lagi dan liat pengumuman bahwa untuk ikut student exchange IP harus diatas 3.00 itu artinya semakin sempit peluang buat pergi ke jepang atau australia secara gratis. Yang bisa dilakuin adalah menjadi wirausaha karena disini IP tinggi atau rendah tidak berlaku, lewat jalur ini semua orang bisa sukses asal profesional dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ketika seseorang mendapat IP rendah pasti batin merasa tertekan belum tanggapan orang tua, adik angkatan yang selalu nanya IP, guru SMA. Tapi kalo emang loe laki say the truth bahwa IP gue...... gue yakin itu bakal jadi semangat buat loe untuk bangkit. Tenang masih ada waktu kok,, ayo belajar (semacam memberi pencerahan).
Yang loe bisa lakuin dengan IP tinggi ?
Pastinya loe semua inget kata-kata pak Anis baswedan “ bahwa IP tinggi hanya mengantar anda kepada meja wawancara”. Tapi mendinglah masih bisa ikut wawancara itu artinya masih ada kesempatan. Menurut gue enaknya dapat IP tinggi ya kebalikan di atas. Pikir ye.. banyak deh manfaatnya, percaya diri loe naik 180 derajat kalo ketemu adek angkatan yang suka naya IP, hahah (lol). Kesimpulannya dapat IP tinggi itu enak, banyak kesempatan yang menanti anda...
Seharusnya seimbang...
yang gue lihat saat ini dari pandangan orang-orang, bahwa orang yang dapat IP rendah biasanya terlalu fokus banget dengan urusan organisasi sehingga akademiknya kurang,,dikatakan dari berbagai sumber bahwa orang yang punya IP tinggi terlalu fokus dengan urusan akademik sehingga untuk masalah organisasi sangat minim pengalaman. Menurut gue ini semua harus dirubah,, bahwa orang yang dapat IP rendah bukan mengindikasikan bahwa dia bodoh mungkin hanya butuh waktu untuk menunjukan pada dunia, jangan down ketika dapat IP rendah dan jangan galau (terus memutuskan buat resign dari organisasi). Note : ikutlah organisasi sesuai dengan passion (tentunya #professional). Bukankah segala sesuatunya di ciptakan secara berpasangan menurut gue orang yang memiliki IP tinggi pasangannya aktif juga di Organisasi.hehe

Minggu, 16 September 2012

Dream High

persisnya saya lupa kapan sebuah kalimat yang membuat teman saya addict ini, saya juga lupa kapan kata-kata ini membuat saya addict. teman saya selalu menggunakan kata-kata ini dalam bukunya dalam bio twitter, rasanya kata-kata itu begitu super baginya dan saya pun tidak tahu sejak kapan kata-kata itu juga super bagi saya.
"segala sesuatu mungkin adanya sebelum terbukti sebaliknya"
bagi saya maknanya begitu dalam, dan saya pun tak tahu persis kapan saya jatuh cinta pada kalimat tersebut. dalam  bio di twitter saya menuliskan bahwa saya adalah dreamer dan blog ini saya beri nama The Dreamer, seingat saya, saya  menajdi dreamer sejak saya menjadi mahasiswa, waktu itu materi ospek begitu luar biasa semua tentang mimpi dan bagaimana mencapainya. bagi saya bermimpi itu indah bagi saya mimpi adalah kekuatan untuk menjalani hidup. dan saya yakin bahwa segala sesuatu mungkin adanya sebelum terbukti sebaliknya.


jadi, hidup harus berfikir.


Perkuliahan hari ini begitu menyenangkan dan penuh motivasi, rasanya tiga jam belum cukup untuk mendengarkan apa yang disampaikan oleh dosen. pada mata kuliah Nutrisi Ternak Dasar dosen pengampu langsung di handle oleh guru besar sekaligus nutrisionist yang sangat luar biasa. Beliau biasa dipanggil dengan pak zuprizal. Tulisan saya kali ini tidak akan membahas tentang masalah Nutrisi Ternak tetapi saya akan membahas pesan-pesan beliau selama perkuliahan berlangsung.
Hal yang pertama saya ingat dari ucapan beliau adalah :
Manusia dan hewan sama, yang membedakan keduanya adalah pada manusia diberi akal sedangkan pada hewan tidak.
 pesan implisit yang saya tangkap dari kata-kata itu adalah apabila manusia tidak menggunakan akalnya secara baik dan benar maka akan sama halnya dengan hewan bahkan bisa lebih rendah !!!
kesombongan adalah hal yang sangat di murka oleh Allah, kesombongan hanya milik Allah dan manusia tidak berhak untuk berlaku sombong karena kedudukan semua manusia sama dihadapn Allah yang membedakan adalah amal ibadah yang diperbuat. Namun sekali lagi manusia kurang bersyukur atas nikmat Allah berupa fikiran “berfikir itu menyenangkan”, bukankah mereka tahu bahwa sombong itu hanya Allah yang berhak namun mengapa masih ada yang berlaku sombong (satu bukti kecil bahwa kita tidak dapat menggunakan otak kita untuk berfikir).
Beliau bertanya kepada seorang mahasiswi, berapakah jumlah kaki ayam ? dan mahasiswi itu menjawab lima, apakah kalian tidak berfikir bahwa hal-hal yang sangat sepele anda tidak mengetahuinya padahal kita disini belajar tentang dunia peternakan. Saya berkesimpulan bahwa manusia terkadang malas untuk memikirkan hal-hal kecil, marilah kita berfikir secara holistik, fikirkan apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita, bukankah Allah menciptakan alam raya dan isinya agar manusia berfikir ?
Beliau melanjutkan pembicaraanya, berdasarkan penelitian, orang mampu bertahan hidup selama empat puluh hari tanpa makan, tanpa minum empat hari. Namun ada nutrien yang sering dilupakan padahal fungsinya sangat besar. Beliau bertanya lagi kepada para mahasiswa dan seisi kelas diam. ya udara merupakan nutrien yang sangat penting bagi kehidupan seluruh penghuni alam tak terkecuali hewan ternak. orang hanya mampu bertahan hidup selama empat menit tanpa udara. Itulah mengapa udara terlupakan karena kita memperolehnya secara gratis dari sang pencipta. Sekali lagi otak kita jarang digunakan untuk berfikir hal-hal yang kecil.
Let’s think. :))

Minggu, 09 September 2012

God Must be Crazy.

setiap kali saya mengajar saya selalu bilang kepada murid saya tentang profesionalisme, "menjadi seorang pembelajar harus profesional, profesional dalam mengerjakan tugas dan tepat waktu", selalu saya tekankan hal itu memang agar mereka terbiasa dengan kerja cepat dan tepat. saya sangat respect terhadap orang-orang yang profesional dalam hal-hal kecil maupun besar, entah mengapa saya harus mengaitkan isi tulisan ini dengan zaman yang katanya globalisasi. era dimana tidak ada sekat antar penduduk dunia dalam hal informasi dan komunikasi. orang-orang bekerja keras, bekerja cepat dan tepat seolah-olah tidak ada waktu yang terbuang sedikitpun untuk hal-hal yang tidak penting. apakah saya terlalu hiperbolis untuk menggambarkan tentanga istilah globalisasi ?
saya sangat bersyukur sekali bisa tinggal di Indonesia, negara adidaya yang sangat terkenal di dunia. masyhur akan keindahan alam yang sangat mempesona, masyhur akan keragaman budaya yang sangat luar biasa, disamping indonesia sebagai negara yang memiliki kemajuan teknologi dan informasi terbaik diseluruh negara yang ada permukaan bumi. sekali lagi saya sangat bersyukur bisa hidup ditengah masyarakat indonesia yang selalu tepat waktu dalam segala hal dan memiliki etos kerja serta komitmen yang tinggi.
kota megapolitan dunia seperti Jayapura memang dipenuhi oleh orang-orang yang luar biasa. dalam hal ilmu pengeatahuan dan budaya. entah bagaimana caranya saham PT Freeport mayoritas dimiliki oleh pemerintah papua, hal ini menciptakan ratusan ribu lapangan pekerjaan yang  ada disana hingga tidak ada orang miskin lagi di bumi cendrawasih. saat ini Indonesia sangat disegani oleh negara-negara lain dalam hal apapun. misal dalam hal olah raga, baru-baru ini Indonesia menjadi juara dunia sepakbola yang digelar di kota Makasar sebagai tuan rumah indonesia sangat didukung penuh oleh para suporternya hingga akhirnya dapat menaklukan Brazil dengan skor yang sangat fantastis 10-2, indonesia juga menjadi juara umum olimpiade yang digelar di kota Solo beberapa tahun berikutnya.
dalam banyak literatur di museum-museum dunia seperti di Amerika serta prancis banyak sekali yang menyebutkan tentang indonesia, mereka semua terkagum-kagum dengan kekayaan budaya yang dimiliki oleh orang Indonesia. nenek moyang orang indonesia sangat luar biasa hebatnya dalam menciptakan peradaban dan menjaga mutu genetik untuk generasi selanjutnya. itulah mengapa Indonesia saat ini menjadi pusat untuk belajar sejarah di dunia dan disiplin ilmu lainnya karena sepuluh universitas terbaik di dunia berasal dari Indonesia. dan bahasa Internasioal saat ini adalah bahasa Indonesia.
pencapaian yang didapat saat ini bukan tanpa kerja keras, sekali lagi Indonesia bisa maju sepesat ini karena orang-orang indonesia sangat profesional dalam melakukan hal-hal yang kecil dan besar.

Kamis, 06 September 2012

Comedy Ala Persia






sebuah memoar dari seorang imigran iran Firozeh Dumas yang dikemas secara humoris dan tidak membosankan telah kubaca usai. seolah-olah kita diajak menyelami kehidupan keluarga muslim iran yang bisa dikatakan liberal, hidup bertahun-tahun di negara adidaya United States of America membuat mereka harus bisa beradaptasi dengan kebebasan yang ada di negeri paman sam, butuh waktu untuk bisa beradaptasi dengan kehidupan baru mereka, karena menurutnya kehidupan di Iran benar-benar sangat berbeda. Firozeh Dumas menceritakan tiap detil kejadian yang dialaminya sejak kecil hingga saat dia menciptakan novel ini dan menjadi best seller International. 
sebuah keluarga imigran.
asal muasal pindahnya keluarga iran ini ke amerika adalah karena ayah dari Firozeh Dumas adalah penerima beasiswa fullbright dalam bidang perminyakan, ia telah hidup lama di amerika dan setelah menyelasaikan pendidikannya ia bekerja untuk iranian oil dan ditugaskan beberapa tahun di Amerika, itulah mengapa sang ayah mengajak keluarganya untuk tinggal bersama di negeri yang menurutnya tanah harapan. hari-hari pertama mereka dilalui dengan kesulitan berkomunikasi dalam bahasa inggris kecuali sang ayah dan terkadang Firozeh kecil serta saudara laki-lakinya.
lain lubuk lain ikannya, itulah pepatah yang sesuai untuk perbedaan setiap cara hidup di Iran dan amerika. Firozeh mengemas kejadian-kejadian unik secara apik dan tentunya menyegarkan. ketika seorang teman amerikanya tidak bisa melafalkan dengan baik nama Firozeh Dumas menjadi DumbAss, kekesalan itu berbuntut mengganti namanya, namun pada akhirnya ia bisa memakai nama pemberian keluarganya Firozeh Dumas.
sebuah keluarga liberal.
keluarga firozeh adalah keluarga muslim, namun ada beberapa hal yang menarik ketika membaca buku ini saya sedikit terkejut bahwa sekolah di Iran mewajibkan untuk mempelajari pelajaran agama islam, yahudi dan kristen. firozehpun belajar akan hal itu sebagai seorang muslim mempelajari agama lain hanya sebagai pengetahuan. ayah firozeh mengatakan : bahwa kita boleh memakan daging babi, asalkan kita bisa memasaknya secara benar. namun hal itu tidak disetujui oleh firozeh, bukankah itu sesuatu yang diharamkan oleh islam. firozeh melanjutkan study nya di UC.Berkeley dan menemukan dengan seorang pria idaman katholik, dan dia pun menikah dalam perbedaan agama. 
membaca novel ini seolah kita membaca perjalanan hidup seorang Firozeh Dumas yang lucu dan menarik.
Membaca novel itu belajar kehidupan... 

# Abdul Hamid

Minggu, 02 September 2012

Serba-serbi PPSMB UGM (Fakultas Peternakan)

Selamat datang Intelektual Muda di kampus kerakyatan 

Selamat datang Mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada

Upacara akbar bagi para mahasiswa baru angkatan 2012

UKM berkuda UGM : prepare for show up

My Lecture Mr. Edy Suryanto at Graha Sabha Pramana

khusyuk mengikuti upacara di fakultas peternakan

Mahasiswa baru Fakultas Peternakan UGM 

Atribut

Gallusia with mba Dane and Tiwi

owwww.. Gotcha !! kena deh sama timDis

Visit Laboratory

fokus mendengarkan asisten lab. ngomong

didalam Auditorium

selamat kepada UGM yang berhasil mendapatkan rekor muri Indonesia.
Flash mob membentuk peta Indonesia