Jumat, 31 Agustus 2012

Kita Menyebutnya Sambal Teri


ini tulisan tentang makanan yang selalu kubawa pulang ke jogja setelah mudik, kita menyebutnya sambal teri. cocok buat lauk makan. entah sejak kapan makanan ini menjadi favorit bagi perantau di desaku. sejak abang saya yang kedua ketika masih kuliah di jogja juga selalu membawa makanan ini. sekali lagi kita menyebutnya sambal teri. para tetangga dan hampir kebanyakan jika pulang liburan dan kembali menuntut ilmu oleh-oleh utama yang tidak boleh terlewatkan adalah jenis makanan ini. bahkan ada yang harus memaketkan karena tak sempat pulang. jenis makanan ini sangat populer bagi para mahasiswa. santri yang sekarang lagi di perantauan. terdengar agak Hiperbolis memang tapi inilah adanya, sekali lagi kita menyebutnya sambal teri.
aku adalah bagian para pecinta makanan ini, ada sesuatu yang berbeda jika tidak membawa sambal teri. meski komposisi dominan adalah kentang goreng dan tempe goreng serta sedikit ikan teri, tapi kita biasa menyebutnya sambal ikan teri. sekilas tak ada yang menarik dari makanana ini. potongan kentang yang di iris secara tipis-tipis lalu digoreng dan dicampur tempe goreng yang sudah dipotong tipis ditambahkan teri kecil, proses akhir adalah pencampuran sambal yang sangat joss. komposisi cabai merah harus lebih banyak dari bumbu lainnya seperti bawang merah atau bawang putih. soal rasa memang luar biasa. wanna try ? sekali lagi sambal teri is my favorit. 

Wejangan Lebaran

tepat sehari sebelum lebaran akhirnya sampai di rumah juga. semua terasa aneh + asing, apdahal baru setahun ditinggal. banyak perubahan terjadi dari fisik seseorang samapai wajah desa yang berubah sekitar 90 derajat. kehidupan memang selalu berubah. tidak ada hal istimewa menyambut lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya. tidak ada ketupat, bolu yang selalu ada setiap iedul fitri.
bersyukur tiada henti untuk kesekian kalinya, masih bisa silaturahim dengan para tetangga. ada yang kaget melihat ketika melihat saya, ahhh,, terlalu rumit untuk mendeskripsikan ekspresi mereka. silaturahim itu memperpanjang umur kata ustad di pesantren saya masih ingat kata-kata itu. ada yang berkesan ketika mengunjungi para tetangga dan saudara. saya terbiasa memanggil ibu-ibu dengan panggilan Bi. ketika mengunjungi tempat Bi 1. beliau mengatakan bahwa " orang tua rela melakukan apa saja demi anaknya bila diibaratkan mereka bekerja banting tulang, kaki di kepala, kepala di kaki agar anaknya bisa belajar dan sukses" intinya beliau berkata : keep learning dan semoga sukses, sekali lagi terimakasih do'a nya Bi. selanjutnya ketika ke tempat Bi 2. beliau cerita panjang lebar mengenai perjuangan menuntut ilmu pada zaman dulu, intinya beliau berkata : teruslah belajar selagi diberi umur dan rezeki yang cukup dan semoga Allah selalu memberikan hasil yang terbaik dari setiap usaha yang dilakukan. ini memberi motivasi kepadaku bahwa kesuksesan adalah sebuah keharusan yang mesti diraih.
Rasanya pulang ke kampung halaman sama halnya dengan me re-Charge pikiran.

Rawang Sari. Lovely

Keep Optimist stay Realistic


*masih diperjalanan menuju kampung halaman.
saat bus yang saya naiki memasuki daerah Riau, cukup senang rasanya tahun ini bisa berlebaran di rumah. ketika di daerah jambi saya dapat sms dari panitia LKTI tingkat nasional bahwa 10 finalis yang dinyatakan lolos telah diumumkan untuk mengikuti presentasi di banten. sejujurnya saya tidak bisa tidur semalaman setelah membaca sms tadi. si Arin saya sms nggak ada respon.
hujan menyambut kedatangan saya ketika menginjakkan kaki untuk pertama kali setelah setahun di bumi lancang kuning. di sebuah kota kecil kota penuh kenangan. mungkin ia terlalu rindu pada saya, hujan turun deras sekali pagi ini padahal katanya kemarau. saat sedang menikmati perjalanan yang sebentar lagi usai Hp mungil saya bergetar, perasaan saya berdebar-debar karena Arin merespon sms saya. dia bilang "we are fail"  saya merasakan kekecewaan yang mendalam sama halnya kegalauan yang dialami oleh dua sahabat saya Arina Damayanti dan Asep Sahrul. sejatinya ini menjadi oleh-oleh terindah untuk keluarga di rumah. tapi saya bilang pada diri saya "the show must go on" yang harus saya lakukan adalah positive thingking : mungkin masih ada orang lain yang usahanya sangat maksimal. Optimist and stay Realistic # semangat berkarya.
Rasanya memang menyakitkan, namun sahabat saya bilang bahwa karya tulis akan dikirim ke even nasional lain, semangat baru harapan baru. kita lihat saja semoga hasil maksud. 

Pelalawan. Riau
18082012

Indonesiaku


untuk kesekian kalinya saya tidak mengikuti upacara hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia, terakhir dua tahun lalu. ada perasaan rindu pada masa-masa itu. dan pada tahun ini hari kemerdekaan indonesia kurayakan didalam bis yang membawaku ke kampung halaman. tak ada lagu yang membangkitkan nasionalisme diputar di dalam bis, hanya ada lagu dangdut yang sangat asing bagi telingaku. namun aku masih bisa menyaksikan gagahnya merah putih yang berkibar disetiap jalan yang kulalui. dan masih bisa berdendang sendiri lagu kebangsaanku. meski nasionalisme tidak hanya di ukur dalam hal demikian. rasa cinta dan bangga akan negeri ini akan selalu sama untuk hari ini hingga esok.
- Cepatlah Sampai
Tulang Bawang 17082012

Semacam mati Berdiri #1


Alhamdulillah, akhirnya bisa nulis lagi di blog tercinta ini. missing you for more ten days, didn't get internet acces, ahh,, it's so dark for me. kali ini gue mau nulis pengalaman mudik gue ke kampung halaman tercinta tepatnya di provinsi Riau. mulai dari Yogya-Riau by Bus what do you think ? so tired ? of course, I spent 3 days to get my hometown. 
Tulisan gue kali ini agak sedikit emosional, keras mungkin. this is such unlucky day for me mudik ke kampung halaman H-2. kalau gak karena kebutuhan mendesak gue gak bakal ikut nimbrung di **** holiday travel. malam ini gue lagi di Merak SeaPort. gilaaa banget padatnya nih pelabuhan kalau lagi musim mudik begini. padat kendaraan mulai dari bus, mini bus, truk, motor juga padat manusia-manusia yang ingin kembali ke kampung halaman. ahhh.. I'm in High Pressure, Close to be stress stand here.
meski kapasitas kapal sudah full, masih aja ditambahin penumpang akibatnya adalah banyak penumpang yang terlantar dan tersiasiakan karena gak dapet tempat duduk, termasuk gue. coba duitnya nggak di korupsi nggak bakal padat begini bisa beli kapal yang laen (biar pas waktu mudik lancar), rasanya betis gue mau pecah berdiri terus, sempit. ahhhhrh, sometimes I wanna Give up.
yang bikin gue miris adalah ketika melihat seorang ibu membawa anaknya yang masih dibawah umur lima tahun terhimpit dikerumunan orang yang bawa barang bawaan kayak mau pindahan. anak itu menangis dengan sekencang2nya (never stop crying) udah udara pengap, sang ibu hanya bisa menjerit. kasihan banget gue liatnya, untungnya masih ada yang peduli meski nasibnya sama kayak gue terlantar.
gue udah nulis tentang egoisme perokok di indonesia pada tulisan sebelumnya, ditulisan itu gue bilang bahwa kebanyakan perokok di Indonesia itu egois, coba bayangin aja di kepadatan kapal yang gue aja gak bisa gerak, masih aja ada mahluk yang ngrokok dengan santainya dikelilingi anak2 kecil. pengen gue sentil tuh orang, loe pikir nih kapal punya bonyok loe.
bukan hanya itu, ternyata para pengguna kapal yang membawa barang bawaan seabreg banyak yang buang sampah ke laut dengan seenaknya. loe pikir laut tong sampah. gue juga melihat keanehan ketika ngeliat kondisi bus yang gue naiki bersih, sebelumnya banyak sampah numpuk di tong. gue gak tahu sampahnya dibuang kemana, gue juga gak liat ada tong sampah gede di kapal yang buat nampung sampah2 dari bus. semoga gak dibuang ke laut (Positive Thingking) katanya cinta lingkungan, katanya cinta laut. 
ternyata di moment yang penuh emosi gini, masih aja sempet2nya segerombolan anak alay buat foto2 + gaya gak jelas. dalam benak gue oh my God,, mungkin kalau ada bencana banjir juga masih sempet buat foto2 terus di upload ke facebook dengan caption "ini gue lagi kebanjira" ahhh..
masih di atas kapal yang menyiksa buat gue.

Between Merak and Bakauhuni
17-08-2012

Senin, 13 Agustus 2012

Hidup untuk Pengabdian

aku teringat ketika mengikuti pengajian bandongan pagi hari di pondok pesantren Krapyak bersama Kyai Ashari Abta, masih dengan kitab nashaihul ibad (nasihat-nasihat untuk para hamba) aku jatuh cinta sejak pertamakali mempelajarinya ditambah penjelasan beliau yang menurutku sangat baik. masih teringat penjelasan bab awal yaitu mengenai dua hal yang sangat utama dalam kehidupan pertama adalah iman kepada Allah SWT dan memberi manfaat kepada sesama muslim. memberi manfaat kepada sesama muslim bisa dengan ucapan, kekuasaan, harta benda, pikiran, maupun tenaga.
itulah mengapa motto hidupku "sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat kepada orang lain". dengan kapasitasku sebagai mahasiswa semester tiga aku telah mewajibkan diriku untuk melakukan pengabdian, mungkin ini caraku agar dapat memberi manfaat kepada orang lain. bagiku pengabdian hukumnya wajib. pengabdian kepada pondok yang telah merubah sikap serta pola pikirku pada hal-hal positif mungkin ini yang saat ini ku lakukan. dengan segenap keterbatasan ilmu yang ku miliki aku berusaha membimbing adik-adik ku yang boleh dibilang masih labil. bagiku itu sebuah pengabdian kepada para kyai dan pendiri pondok pesantren.
Stay foolish, stay Hungry ucapan Steve Jobs mungkin sangat sesuai untuk para manusia tangguh yang rela melakukan pengabdian, tidak hiperbolis bila ku katakan demikian. hanya orang lapar  akan ilmu pengetahuan yang akan terus belajar, dan hanya orang yang merasa bodoh yang akan terus memperbaiki kekurangannya.
Learn, Earn, Return (Iman Usman) aku belajar disini, mengabdi disini, dan aku akan kembali ke tempat asalku untuk ikut membangun daerah. padamu negeri aku mengabdi, bagimu negeri jiwa raga kami. :)

Sabtu, 11 Agustus 2012

Gagal itu Indah

Bersahabat dengan kegagalan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan tahan banting, Life's never flat buddy,sometimes we need dozens or even hundreds times to try. keep fighting :)

awalnya mungkin sulit menerima sebuah kegagalan, rasanya usaha sudah maksimal namun hasil belum sesuai yang diharapkan. kegagalan bukanlah akhir dari segalanya dan bukan pula akhir dari sebuah perjuangan untuk sukses, yang harus kita lakukan ketika gagal adalah positive thinking bahwa mungkin masih ada usaha orang lain yang lebih maksimal sehingga ia pantas mendapatkan apa yang diinginkan. "usaha selalu berbanding lurus dengan hasil".
aku sekarang akrab dengan kegagalan, merubah mindset bahwa gagal itu indah, ketika tuhan memberikan kegagalan kepadaku aku yakin tuhan menginginkan agar aku menjadi pribadi yang lebih baik dan tuhan memberi kesempatan kepadaku agar terus belajar, seorang pejuang sejati adalah bagaimana ia bangkit saat ia gagal. orang-orang sukses di dunia ini harus melewati fase kegagalan sebelum menjadi sukses, seperti thomas alva edison yang melalukan eksperimen ratusan kali untuk menciptakan bola lampu. saya tidak bisa membayangkan jika beliau berhenti pada saat eksperimen ke 50 mungkin kita tidak bisa menikmati terangnya lampu. dan masih banyak contoh ribuan orang yang mampu bangkit dari kegagalan. intinya bersahabatlah dengan kegagalan dengannya kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik.

hari ini aku mendapatkan e-mail dari panitia global  change maker di London, bahwa aku dinyatakan tidak diterima.

Dear Abdul,

Thank you very much for applying to become a Global Changemaker and take part in the upcoming Global Youth Summit!

We have completed the selection process, evaluating close to 3500 impressive applications. It is great to see that so many of you are actively engaged in making a positive difference in the community.

Unfortunately, in spite of a very strong application, you weren’t selected as a participant. While we understand that you must be disappointed, we hope that this won’t keep you from staying active in the community on www.global-changemakers.net, on Facebook, and applying for future summits.

With best wishes,

The Global Changemakers team


P.S.: Please note that due to the sheer number of applications we cannot answer any individual e-mails asking why a participant was not selected or how they can improve their applications.


The British Council is the United Kingdom's international organisation for cultural relations and educational opportunities. We are a registered charity; 209131 (England and Wales) SC037733 (Scotland). We create international opportunities for the people of the UK and other countries and build trust between them worldwide.

This message is for the use of the intended recipient(s) only. If you have received this message in error, please notify the sender and delete it. The British Council accepts no liability for loss or damage caused by software viruses and you are advised to carry out a virus check on any attachments contained in this message.


Tuhan lebih mengetahui apa yang aku butuhkan, aku tidak akan pernah berhenti untuk mewujudkan impianku (impian tahun ini aku ingin pergi ke luar negeri ) mungkin acara global change maker bukan rezeki ku. bersahabatlah dengan kegagalan and keep fighting. :)


Best Regards
-The Dreamer    



Jumat, 10 Agustus 2012

Tentang sebuah benda bernama televisi


Tulisan ini merupakan cuplikan tentang kehidupanku di pedesaan yang saat itu belum teraliri listrik, jalan belum beraspal, sulit mencari signal handphone. aku hanya bisa tertawa mengenang masa-masa itu, masa dimana aku bebas menjadi diriku, masa dimana tak ada beban dalam pikiranku. aku menikmati kehidupanku berpetualang di lebatnya hutan Riau, menyusuri parit yang jernih, memancing di sungai berlari sejauh yang ku mau. aku begitu menikmati masa itu.
tentang sebuah benda bernama televisi sekali lagi ini mengingatkanku pada masa dimana aku hidup 12 tahun lalu. di desa tercintaku hanya beberapa orang saja yang memiliki TV sehingga jangan salah bila banyak sekali orang berjubel untuk menonton Tv, semacam menonton bioskop atau layar tancap boleh dibilang. sekali lagi aku ingin tertawa mengenang masa itu. pernah suatu ketika aku harus pulang dari rumah saudara temanku yang jaraknya sekitar 1 Km dari rumah transmigrasiku saat itu masih jam sembilan malam, tak ada penerangan dipinggir atau disudut jalan seperti yang terlihat saat ini. untuk melihat jalan saja rasanya sulit sekali, saat itu aku berjalan dengan menggunakan perasaanku. menembus gelapnya malam bergandengan tangan bersama adik dan kakak,,ya,, pada saat itu aku merasa bahagia dengan kondisiku. I love My life.
tentang tayangan favorit, saat itu aku suka sekali bermain perang-perangan, kerajaan. itu semua terinspirasi oleh film kolosal yang selalu tayang setiap minggu. saat itu aku hafal seluruh pemain, peran yang dibawakan para tokoh dari mulai protagonis, antagonis. dan tentunya jam tayang yang selalu kuingat. mungkin anda kenal dengan sosok Angling darma, mak lampir, nyi pelet. itulah yang sering kutonton pada saat itu, ahh terdengar sangat miris memang. memang saat itu aku belum memahami tayangan berkualitas.
perubahan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindarkan, ia akan datang pada masanya. inilah kondisi kampungku saat ini. televisi bukan lagi barang mewah hampir disetiap rumah sudah tersedia, listrik sudah tersedia. aku berharap perubahan ini mengarah pada hal-hal yang positif untuk kemajuan dan kehidupan tanah kelahiranku menjadi lebih baik. I love my life

Jumat, 03 Agustus 2012

Egoisme Perokok di Indonesia



Rokok sudah tidak asing lagi bagi kehidupan masyarakat Indonesia, ia telah menjadi salah satu komoditi primer yang harus ada dalam setiap kali kesempatan, ia telah menjadi penyumbang devisa bagi negara ini. Sudah tidak dapat dipastikan berapa juta penduduk indonesia yang sudah addict terhadap barang yang bernama rokok. Sebuah keprihatinan ketika melihat anak-anak sudah merokok sekali lagi jangan salahkan mereka karena mereka hanya meniru dari apa yang dilihat,  didengar dan apa yang dirasakan.
Menemukan perokok Indonesia sangat mudah sekali dikeluarga, kampus, tempat umum. Rasanya disemua tempat dibelahan bumi Indonesia ini sangat mudah ditemukan para perokok aktif. Bayangkan jika seratus juta orang merokok di Indonesia dalam sehari berapa banyak sampah bungkus rokok yang dihasilkan, berapa banyak kesehatan orang-orang disekitar yang harus dikorbankan karena egoisme yang tinggi dari para perokok Indonesia.
Sekali lagi saya tidak membenci perokok sama sekali tidak karena kebanyakan teman saya adalah para perokok, mungkin yang saya kurang suka adalah egoisme mereka dalam merokok. Bayangkan saja setiap kali saya menaiki kendaraan umum seperti bis, angkot masih ada saja perokok yang merokok dengan santai tanpa melihat sekelilingnya ada anak-anak, ibu-ibu dan orang yang bukan perokok. Para perokok mungkin harus diberikan edukasi bagaimana cara merokok ditempat umum. Ketika pergi ke pasar atau rumah makan para perokok dengan santainya menikmati hisapan tembakau dengan asap yang mematikan itu.
Namun sekali lagi mereka adalah pahlawan penyumbang uang bagi negri ini dengan mempertaruhkan nyawa.