Sabtu, 22 Desember 2012

I'm at the payphone for the last time.

you still alive in my heart..
Happy Mothers day. :)

ku masih bisa mendengar suara merdumu bunda, tiga tahun lalu
setiap minggu aku sempatkan untuk menelfonmu di wartel di depan pondok, karena mendengar suaramu aku menjadi lebih kuat untuk perjuangan ini, bunda. kita terakhir bertemu saat perpisahan pergi ke jogja, dan aku tak pernah terfikir olehku itulah terakhir kalinyaku mencium tanganmu. selebihnya kita selalu berbincang dan membagi mimpiku di wartel depan pondok. aku terlalu rapuh untuk merindumu bunda. merindumu yang hidup berlainan dimensi, aku terlalu rapuh untuk mengenang memori bersamamu. hingga mataku tak mampu membohongi kerinduanku padamu. aku menangis rindu, bunda.
bunda, kini aku sudah terbiasa tanpa nasihatmu. wartel didepan pondok pun sudah jarang ku kunjungi, kesibukanku terkadang dapat melepaskan rindu hanya untuk sementara. hanya ada fotomu diatas lemariku yang setiap hari menyemangatiku untuk mewujudkan mimpi yang pernah kubagi beberapa tahun lalu. maafkan aku bila mengunjungi pusaramu hanya setahun sekali, maafkan aku yang tak bisa mengantarmu ke pintu gerbang kehidupan barumu, maafkan aku yang belum sempat memberi kata terakhir untukmu, tak bisa menemanimu disaat terakhir, berada disampingmu saat terakhir. maafkan aku yang belum pernah bisa membuatmu bahagia, maafkan aku yang terkadang masih merepotkanmu, membantah perintahmu, maafkan aku bila membuatmu kecewa, membuatmu menangis, maafkan aku yang tak pernah mengucapkan selamat hari ibu, bunda. you still alive in my heart.
bunda, terimakasih telah mendidikku dengan berbeda, telah mengajariku banyak tentang kehidupan, telah menginspirasiku lewat perbuatanmu, telah menemaniku untuk mulai bermimpi untuk kehidupan lebih baik, mengajari bahasa dunia yang terkadang tak pernah kupahami. ku tahu bunda, marahmu adalah caramu untuk menunjukkan betapa cintanya dirimu padaku. selamat hari ibu, you are super awsome mom !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar