Rabu, 21 November 2012

Love is created



Perlahan dan perlahan aku bisa mencintai apa yang telah menjadi kegiatanku saat ini, meski terkadang ke-labilan muncul disaat yang kurang tepat. Rasanya seperti biji yang tumbuh ia akan tinggi dan semakin tinggi begitulah kecintaanku pada pengabdian ini. Aku ingin terlihat kuat seperti mereka yang mengabdi tanpa beban yang selalu memberikan senyum terbaik meski letih dan lelah menyergap setelah aktivitas di kampus, dan mungkin itu yang dinamakan sebuah keikhlasan undefined.
                Perenungan pagi ini begitu mencerahkan, tanpa harus mengikuti kelas yoga yang harus merogoh kocek. Merenung adalah hobi baruku sejak kegalauan sering muncul karena banyaknya aktivitas yang harus kulakukan dalam seminggu. Yang semestinya weekend bisa kumpul bersama anak-anak (santri) terkadang harus untuk praktikum atau kegiatan wajib lainnya. Ya itulah hidup, aku berusaha menikmati apa yang telah menjadi bagianku.
                Mereka begitu menikmati peran yang luar biasa ini, peran yang samasekali tidak mengandalkan bayaran, peran yang dituntut untuk menjadi profesional. Satu kuncinya adalah kecintaan akan pengabdian pada almamater yang telah mebesarkan fikiran mereka. Aku pun selalu berusaha menjadi seperti mereka yang bisa ikhlas yang bisa tahan dengan hal yang menjijikan di depan mata. Sejak lulus MA aku menolak untuk pengabdian ini karena kapasitas ilmu dan mental yang belum siap, yag harus bergelut melawan diri sendiri dengan kemunafikan yang terstruktur. Aku seperti tak punya tangan dan selalu menutup mata. Yang kulakukan adalah berjalan dan terus berjalan.
                Sekarang sudah masuk tahun ke 5 aku disini, aku yakin cinta itu tumbuh seiring berjalannya waktu, seperti apa yang kurasakan saat ini, seperti yang kurasakan pada dua hal besar dalam hidupku. Love is created.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar