Rabu, 07 November 2012

Journalist

Menjadi seorang jurnalis bagi sebagian orang adalah hal yang sangat menyenangkan, menjadi seorang jurnalis adalah persoalaan passion. jurnalis merupakan profesi sekaligus hobby yang memadukan keberanian, kecerdasan dan kejujuran. kejujuran merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang yang terjun kedalamnya agar tidak ada pendustaan atas berita yang disampaikan kepada khalayak umum. dunia jurnalistik memang sangat menarik untuk diperbincangkan baik dalam diskusi santai maupun dalam atmosfer yang serius seperti seminar ataupun pelatihan jurnalistik.
saya begitu terkagum-kagum oleh keberanian para jurnalis. seperti saya katakan di awal bahwa menjadi seorang jurnalis itu masalah passion (lentera jiwa), sehingga sebesar apapun resiko dan tantangannya akan dijalani dengan maksimal dan total demi mengabarkan informasi yang aktual dan terpercaya. pastinya para pembaca ingat tentang kejadian perang di Irak beberapa tahun lalu. kota baghdad hancur di invasi oleh pasukan Amerika (USA). semua mata dunia tertuju pada negara di Asia barat itu, tentunya seorang jurnalis  yang menyebarkannya ke seluruh dunia lewat media informasi. istilah ini disebut sebagai agent  'ketok tular' dalam buku Malcolm Gladwell. serta peran seorang jurnalis mirip cerita hush puppies dalam sebuah buku yang berjudul Tipping Point (namun peran seorang jurnalis dilakukan secara sadar). menjadi seorang jurnalis juga mempertaruhkan nyawa, tentunya masih ingat 2 jurnalis Indonesia yang terjebak dalam perang irak  dan di sandera, Mutia Hafidz saya masih ingat namanya dia adalah seorang news anchor Metro Tv pada saat itu. bukan main-main, ketika seorang jurnalis diterjunkan di daerah konflik "nyawa siap dipertaruhkan". lalu apakah kedua jurnalis yang disandera langsung memutuskan resign setelah dibebaskan ? jawabannya tidak, mereka tetap menikmatinya karena menjadi jurnalis adalah Passion.
saya pernah membaca blog seorang jurnalis terkenal di Indonesia, ketika dia meliput berita bencana gunung merapi di jogja. sudah tentu seorang yang kehilangan anggota keluarga akan mengalami kesedihan yang mendalam. dan kemudian ia (jurnalis) mendekati para korban dan mengajukan pertanyaan "bagaimana perasaan anda ? " setelah itu dia mendapat cercaan lewat akun twitternya karena dianggap tidak berperasaan. dan setelah melakukan reportase jurnalis inipun meminta maaf kepada orang yang baru saja diwawancari. dunia jurnalistik juga berbicara dengan hati dan tidak mengesampingkan sisi humanisme.
sekali lagi menjadi jurnalis adalah passion "orang yang bekerja sesuai dengan passion maka ia akan melakukannya dengan maksimal (Billy Boen)".
  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar