Kamis, 06 September 2012

Comedy Ala Persia






sebuah memoar dari seorang imigran iran Firozeh Dumas yang dikemas secara humoris dan tidak membosankan telah kubaca usai. seolah-olah kita diajak menyelami kehidupan keluarga muslim iran yang bisa dikatakan liberal, hidup bertahun-tahun di negara adidaya United States of America membuat mereka harus bisa beradaptasi dengan kebebasan yang ada di negeri paman sam, butuh waktu untuk bisa beradaptasi dengan kehidupan baru mereka, karena menurutnya kehidupan di Iran benar-benar sangat berbeda. Firozeh Dumas menceritakan tiap detil kejadian yang dialaminya sejak kecil hingga saat dia menciptakan novel ini dan menjadi best seller International. 
sebuah keluarga imigran.
asal muasal pindahnya keluarga iran ini ke amerika adalah karena ayah dari Firozeh Dumas adalah penerima beasiswa fullbright dalam bidang perminyakan, ia telah hidup lama di amerika dan setelah menyelasaikan pendidikannya ia bekerja untuk iranian oil dan ditugaskan beberapa tahun di Amerika, itulah mengapa sang ayah mengajak keluarganya untuk tinggal bersama di negeri yang menurutnya tanah harapan. hari-hari pertama mereka dilalui dengan kesulitan berkomunikasi dalam bahasa inggris kecuali sang ayah dan terkadang Firozeh kecil serta saudara laki-lakinya.
lain lubuk lain ikannya, itulah pepatah yang sesuai untuk perbedaan setiap cara hidup di Iran dan amerika. Firozeh mengemas kejadian-kejadian unik secara apik dan tentunya menyegarkan. ketika seorang teman amerikanya tidak bisa melafalkan dengan baik nama Firozeh Dumas menjadi DumbAss, kekesalan itu berbuntut mengganti namanya, namun pada akhirnya ia bisa memakai nama pemberian keluarganya Firozeh Dumas.
sebuah keluarga liberal.
keluarga firozeh adalah keluarga muslim, namun ada beberapa hal yang menarik ketika membaca buku ini saya sedikit terkejut bahwa sekolah di Iran mewajibkan untuk mempelajari pelajaran agama islam, yahudi dan kristen. firozehpun belajar akan hal itu sebagai seorang muslim mempelajari agama lain hanya sebagai pengetahuan. ayah firozeh mengatakan : bahwa kita boleh memakan daging babi, asalkan kita bisa memasaknya secara benar. namun hal itu tidak disetujui oleh firozeh, bukankah itu sesuatu yang diharamkan oleh islam. firozeh melanjutkan study nya di UC.Berkeley dan menemukan dengan seorang pria idaman katholik, dan dia pun menikah dalam perbedaan agama. 
membaca novel ini seolah kita membaca perjalanan hidup seorang Firozeh Dumas yang lucu dan menarik.
Membaca novel itu belajar kehidupan... 

# Abdul Hamid

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar