Jumat, 31 Agustus 2012

Semacam mati Berdiri #1


Alhamdulillah, akhirnya bisa nulis lagi di blog tercinta ini. missing you for more ten days, didn't get internet acces, ahh,, it's so dark for me. kali ini gue mau nulis pengalaman mudik gue ke kampung halaman tercinta tepatnya di provinsi Riau. mulai dari Yogya-Riau by Bus what do you think ? so tired ? of course, I spent 3 days to get my hometown. 
Tulisan gue kali ini agak sedikit emosional, keras mungkin. this is such unlucky day for me mudik ke kampung halaman H-2. kalau gak karena kebutuhan mendesak gue gak bakal ikut nimbrung di **** holiday travel. malam ini gue lagi di Merak SeaPort. gilaaa banget padatnya nih pelabuhan kalau lagi musim mudik begini. padat kendaraan mulai dari bus, mini bus, truk, motor juga padat manusia-manusia yang ingin kembali ke kampung halaman. ahhh.. I'm in High Pressure, Close to be stress stand here.
meski kapasitas kapal sudah full, masih aja ditambahin penumpang akibatnya adalah banyak penumpang yang terlantar dan tersiasiakan karena gak dapet tempat duduk, termasuk gue. coba duitnya nggak di korupsi nggak bakal padat begini bisa beli kapal yang laen (biar pas waktu mudik lancar), rasanya betis gue mau pecah berdiri terus, sempit. ahhhhrh, sometimes I wanna Give up.
yang bikin gue miris adalah ketika melihat seorang ibu membawa anaknya yang masih dibawah umur lima tahun terhimpit dikerumunan orang yang bawa barang bawaan kayak mau pindahan. anak itu menangis dengan sekencang2nya (never stop crying) udah udara pengap, sang ibu hanya bisa menjerit. kasihan banget gue liatnya, untungnya masih ada yang peduli meski nasibnya sama kayak gue terlantar.
gue udah nulis tentang egoisme perokok di indonesia pada tulisan sebelumnya, ditulisan itu gue bilang bahwa kebanyakan perokok di Indonesia itu egois, coba bayangin aja di kepadatan kapal yang gue aja gak bisa gerak, masih aja ada mahluk yang ngrokok dengan santainya dikelilingi anak2 kecil. pengen gue sentil tuh orang, loe pikir nih kapal punya bonyok loe.
bukan hanya itu, ternyata para pengguna kapal yang membawa barang bawaan seabreg banyak yang buang sampah ke laut dengan seenaknya. loe pikir laut tong sampah. gue juga melihat keanehan ketika ngeliat kondisi bus yang gue naiki bersih, sebelumnya banyak sampah numpuk di tong. gue gak tahu sampahnya dibuang kemana, gue juga gak liat ada tong sampah gede di kapal yang buat nampung sampah2 dari bus. semoga gak dibuang ke laut (Positive Thingking) katanya cinta lingkungan, katanya cinta laut. 
ternyata di moment yang penuh emosi gini, masih aja sempet2nya segerombolan anak alay buat foto2 + gaya gak jelas. dalam benak gue oh my God,, mungkin kalau ada bencana banjir juga masih sempet buat foto2 terus di upload ke facebook dengan caption "ini gue lagi kebanjira" ahhh..
masih di atas kapal yang menyiksa buat gue.

Between Merak and Bakauhuni
17-08-2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar