Jumat, 03 Agustus 2012

Egoisme Perokok di Indonesia



Rokok sudah tidak asing lagi bagi kehidupan masyarakat Indonesia, ia telah menjadi salah satu komoditi primer yang harus ada dalam setiap kali kesempatan, ia telah menjadi penyumbang devisa bagi negara ini. Sudah tidak dapat dipastikan berapa juta penduduk indonesia yang sudah addict terhadap barang yang bernama rokok. Sebuah keprihatinan ketika melihat anak-anak sudah merokok sekali lagi jangan salahkan mereka karena mereka hanya meniru dari apa yang dilihat,  didengar dan apa yang dirasakan.
Menemukan perokok Indonesia sangat mudah sekali dikeluarga, kampus, tempat umum. Rasanya disemua tempat dibelahan bumi Indonesia ini sangat mudah ditemukan para perokok aktif. Bayangkan jika seratus juta orang merokok di Indonesia dalam sehari berapa banyak sampah bungkus rokok yang dihasilkan, berapa banyak kesehatan orang-orang disekitar yang harus dikorbankan karena egoisme yang tinggi dari para perokok Indonesia.
Sekali lagi saya tidak membenci perokok sama sekali tidak karena kebanyakan teman saya adalah para perokok, mungkin yang saya kurang suka adalah egoisme mereka dalam merokok. Bayangkan saja setiap kali saya menaiki kendaraan umum seperti bis, angkot masih ada saja perokok yang merokok dengan santai tanpa melihat sekelilingnya ada anak-anak, ibu-ibu dan orang yang bukan perokok. Para perokok mungkin harus diberikan edukasi bagaimana cara merokok ditempat umum. Ketika pergi ke pasar atau rumah makan para perokok dengan santainya menikmati hisapan tembakau dengan asap yang mematikan itu.
Namun sekali lagi mereka adalah pahlawan penyumbang uang bagi negri ini dengan mempertaruhkan nyawa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar