Minggu, 01 Juli 2012

One Morning at The Station

Stasiun Lempuyangan Yogyakarta sumber foto : 
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=3035300654317&set=a.2863713484745.118113.1616988524&type=3&theater

Hari aku masih dalam minggu-minggu UAS di kampus, sedikit sibuk memang ketika harus menguasai materi yang begitu banyak selain itu aku juga akan mengikuti International cultural camp di Bandung 6-8 Juli 2012 ini akan menjadi liburan yang menyenangkan dan  berwawasan budaya. alternatif transportasi dari jogja ke bandung adalah kereta api, yah the train ini akan menjadi pengalamanku naik kereta. 
Lempuyangan Station tujuan utama untuk mendapatkan tiket, jogja sendiri memiliki dua stasiun besar yaitu stasiun Lempuyangan dan stasiun Tugu. ada hal menarik saat pertamakali menginjakkan kaki di stasiun ternyata antrian begitu panjang hingga pintu gerbang masuk stasiun, ternyata untuk mendapatkan tiket aku harus ikut antri bersama calon pembeli tiket lainnya bau asap rokok ditambah suara kendaraan yang begitu padat. untunglah ada teman baruku yang masih bisa ku ajak ngobrol namanya Anung. jogja memang seperti ini kondisinya saat libur sekolah.
Tentang Antrian
hampir saja ku putuskan untuk tidak menggunakan moda transportasi ini, aku sudah pesimis melihat antrian yang begitu panjang, jurusan jogja menuju jakarta tiket telah terjual habis untuk satu minggu yang akan datang kulihat banyak calon pembeli tiket yang kecewa. antrian panjang dan melelahkan akhirnya terbayar setelah aku mendapatkan tiket kereta Kahuripan kelas Ekonomi. ditengah banyaknya orang yang mengantri dan bersabar ada seorang laki-laki mendekati saya untuk menitipkan pembelian tiket (saat itu antrianku sudah dekat dengan loket) laki-laki itu ingin mengambil jalan pintas agar cepat mendapatkan tiket, aku menolak dengan tegas permintaan laki-laki tersebut enak aja yang lain juga ngantri celetuk Anung (dengan tanpa rasa bersalah lelaki itu datang untuk kedua kalinya), namun ternyata ada juga ibu-ibu yang berhasil menggunakan trik tadi agar cepat mendapatkan tiket. dholimkah ? 
Wanita Loket
ternyata senyum itu sulit ia tidak dapat dipaksakan ia datang dari ketulusan, sejak aku datang ke stasiun ini raut mukanya sangat jutek senyumpun tidak. mungkin ia belum belajar mengenai hospitality sebagai pelayan publik semestinya ia harus bisa menunjukkan sikap yang ramah minimal dengan memberikan senyum ini adalah bukti profesionalitas seseorang. aku mencoba menggoda wanita loket itu supaya ia bisa  tersenyum tetapi usahaku dan temanku gagal wanita itu hanya memelankan suaranya saja, kontras sekali dengan foto didalam loket dimana para penjaga loket itu tersenyum memberikan pelayanan kepada calon penumpang kereta,,ahhh PARADOK.
Overall
aku hanya membayangkan ketika aku masuk di stasiun ini udara segar menyambutku, tidak ada asap rokok orang-orang mengantri dengan rapih dan tidak perlu berdiri, mereka hanya duduk dan tinggal menunggu antrian, interior bangunan dan desain sangat diperhatikan serta lantai selalu bersih, bunga dan tanaman tersedia disudut-sudut ruangan serta pelayanan ramah yang diberikan petugas akan menjadi lebih baik. semoga saja.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar