Selasa, 17 Juli 2012

Asrama Oh Asrama ku...

akhir-akhir ini suhu kota jogja malam hari sekitar 20 derajat celcius menurut informasi cuaca yang ter-update yang aku baca, lumayan menusuk kulit. aku sekarang tinggal disebuah gedung berlantai lima dengan ratusan penghuni di dalamnya, jangan pikir bahwa aku tinggal di apartemen mewah yang selalu sejuk kondisi ruangannya, ada air hangat yang selalu tersedia tanpa harus repot-repot masak pake dispenser. hidup dengan banyak orang memang cukup sulit terutama dalam mengatur kebersihan meski aku adalah seorang yang sangat disiplin dalam kebersihan, namun seorang saja tak mungkin cukup untuk menjadikan gedung berlantai lima ini bersih dan bening. ternyata masih lumayan banyak teman-temanku yang masih peduli dengan kebersihan. ya sebuah asrama yang menyimpan begitu banyak kenangan bagiku mulai dari kebahagiaan sampai kesedihan yang mendalam, sebuah gedung yang hampir roboh karena gempa enam tahun lalu. dan hingga saat ini pun aku masih tetap disini, digedung ini, entah sampai kapan. yang aku inginkan adalah bagaimana caranya untuk pergi dari gedung ini, pergi dari asrama ini, namun untuk saat ini aku merasa belum bisa melakukannya. aku belum bisa melepas ikatan yang ada di dalam jiwaku.
jangan tanyakan mengapa aku masih tetap disini. asrama bagiku adalah tempat untuk bersosialisasi dan belajar. tempat terindah untuk relaksasi dan menikmati bunga tidur meski hanya beralas karpet, namun yang kurasakan adalah nikmat yang begitu luar biasa. ini sifatnya uncountable. tempat favoritku dulu adalah lantai lima gedung ini dimana aku bisa menikmati birunya langit, indahnya senja dan perkasanya merapi. tempat itu begitu mengesankan dalam ingatanku. namun yang saat ini kurasakan adalah dark. sekali lagi jangan tanyakan mengapa demikian ? 
layaknya sebuah biji ia akan melewati beberapa proses perkembangan sebelum akhirnya ia menjadi tanaman yang sempurna, sama halnya dengan aku. asrama merupakan tempat pendewasaan dalam cara berfikir dan bertindak, tempat yang bisa dibilang cocok untuk menempa diri dan membentuk karakter. namun adakalanya banyak korban mental berjatuhan, aku merasa bullying masih menghantui ditengah homogenitas dan egoisme yang membara pada kaum pubertas. layaknya sebuah koin mata uang silakan analogikan sendiri.
umur gedung ini semakin tua sama dengan aku yang setahun lagi insyaallah berkepala dua, coretan-coretan sudah mulai banyak yang dibuat oleh kaum vandalism dan antek tangan-tangan PKI. namun tahukah gedung yang kutempati saat ini pernah dikunjungi oleh Princess of Walles pewaris tahta kerajaan Buckingham London UK, rasanya begitu banyak tokoh-tokoh agama yang mengunjungi gedung dimana aku tinggal saat ini hingga aku lupa mencatat nama-nama beliau.
di tempat inilah aku belajar dan mengajar saat ini, di tempat inilah ku rangkai mimpi-mimpi besarku, di tempat inilah aku berjuang mewujudkan harapan kedua orang tua dan harapanku. di tempat ini, masih di Asrama sama seperti saat 4 tahun lalu. I'm a dreamer.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar