Sabtu, 16 Juni 2012

Belajar dari Tuna Netra


Inspirasi datang tidak hanya dari orang-orang besar, tidak melulu datang ketika mengikuti Training Motivation, tapi ia datang saat kita membuka hati dan mata kita untuk melihat kehidupan disekitar. betapa ini nikmat tuhan yang sungguh sangat luar biasa. judul tulisan kali ini terinspirasi dari apa yang ku lihat dan ku dengar, setting tempat tetap sama yaitu di bus kota jalur 2 Yogyakarta. bus kota memang memberiku banyak inspirasi. itulah mengapa aku suka pergi ke kampus nge bis, aku bisa bertemu banyak orang mulai dari preman, pedagang, pengamen, wonder woman, waria, wisatawan asing, mahasiswa, PNS, pegawai Bank dan banyak lagi yang lainnya. aku berbaur dengan mereka aku mendengar apa yang mereka katakan aku berinteraksi dengan mereka. begitu banyak pelajaran kehidupan yang kudapat.
seorang wanita Tuna Netra sering kujumpai setiap pagi aku pergi ke kampus, begitu juga dengan pasangan tuna netra yang selalu ku jumpai setiap kali pulang ia tampak selalu tersenyum. dengan pakaian rapih serta tongkat sensorik yang selalu dibawanya, ia berdiri di tempat yang sama setiap pagi sehingga supir buspun hafal. ia biasa duduk di kursi bagian depan aku tak tahu apakah dia seorang mahasiswa sepertiku atau sudah bekerja. kepalanya selalu dibalut jilbab yang sangat rapih hingga tak ada sehelai rambutpun keluar, ia selalu memakai bedak tipis, aku bilang dia rapih dalam berpenampilan. wajahnya tak nampak cemberut ataupun tampang kesusahan ia selalu tersenyum tipis, entah kepada siapa ia senyum, ia enjoy dengan keadaanya, ia istiqomah menempuh jarak lumayan jauh hampir setiap hari.
aku teringat firman Allah : lalu nikmat tuhan mana yang kau dustakan. aku belajar bersyukur dan semangat dari wanita tuna netra itu. bersyukur atas apa yang telah dianugrahkan olehNya bahwa Allah memberikan nikmat kepada seorang hamba dengan porsi dan kebutuhannya masing-masing. namun terkadang nafsu sudah terlanjur mengurung jiwa hingga terkadang lupa bagaimana bersyukur, lupa melihat kebawah hanya orientasi pada dunia. saat aku melihat wanita itu aku malu pada diriku sendiri mengapa selama ini aku kurang bersyukur atas nikmat yang begitu luar biasa, nikmat terlahir di dunia dengan keadaan yang baik serta dapat mengenyam pendidikan. ia juga telah mengajariku tentang arti semangat, bukan hanya semangat soda. satu kata kunci : keterbatasan bukan penghalang untuk maju asal ada kemauan yang kuat dalam diri dan yakin bahwa kita akan meraih apa yang menjadi mimpi kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar