Sabtu, 09 Juni 2012

Aku Anak Desa

Masjid Al-Hidayah : memorable place

Bernostalgia mengingat kembali masa kecilku memang begitu indah, tak usah membayangkan bahwa desaku dikelilingi hijaunya sawah yang membentuk undakan yang sangat indah. sekiranya didesaku beberapa puluh tahun lalu masih bisa melihat sawah,tapi saat ini sudah tidak lagi, itulah mengapa aku sangat holic melihat sawah setiap kali pergi ke jawa. aku adalah anak desa yang melewati masa kecilku begitu indah bersama sahabat dan keluarga, terimakasih tuhan untuk karunia ini.
desa ku unik, semua orang disini adalah transmigran dan berasal dari desa yang sama di jawa barat. aku aseli lahir di bumi lancang kuning, aku suka hidup didesa aku masih bisa menikmati jernihnya air sungai, memancing, menelusuri hutan dan itu aku dapatkan gratis, mungkin ini salah satu pengaruh mengapa aku begitu suka merantau dan jalan-jalan. berbeda sekali suasananya disini aku harus merasakan hidung panas setiap pagi karena harus pergi ke kampus berpacu dengan polusi. desaku yang selalu membuatku merindu, tempat dimana aku meneguhkan jati diriku, membangun fondasi agar lebih kuat.
desaku berada dikecamatan yang dilalui garis Khatulistiwa itu artinya desaku lebih banyak mendapatkan sinar matahari, kalau ditanya masalah panas, jangan ditanya seberapa panas. tapi didesaku beruntung pohon sawit sedikit memberikan perlindungan, tak jarang pula para ibu-ibu berkumpul bersama ngobrolin sesuatu, ngrumpi ? saya kurang tahu masalah itu. dibawah pohon sawit juga banyak kulalui cerita indah bersama teman-teman ku (masa kecil memang sulit untuk dilupakan) is so memorable. di desa aku masih bisa bermain layang-layang dengan bebas, bermain gasing dilapangan, gelatikan, klencian, tekongan, slodoran, mobil-mobilan, kerajaan-kerajaanan selain permainan tadi biasanya aku mencari buah karet untuk di adu mana yang lebih kuat. dan saat ini aku begitu merasa bahwa permainan itu sekarang sudah mulai terkikis, aku berharap ini tidak akan hilang begitu saja. ada beberapa tempat favorit di desaku.
1. Masjid. ditempat ini aku mengembangkan karakter religius ku, belajar ngaji alquran setiap malam. ditambah lagi posisi rumah yang dekat dengan masjid membuat intensitas pergi ke masjid sangat tinggi boleh dibilang, menjadi muadzin juga pernah kujalani meski suara ini tidak cukup merdu. 
2. madrasah. sebelum masuk SD aku sudah sekolah madrasah saat itu masih kelas bawang. posisi madrasah juga didepan rumah serta kepala sekolah saat itu adalah ayahku. pendidikan agama sangat ditekankan oleh keluarga itulah mengapa sejak kecil aku disekolahkan di madrasah hingga saat ini aku masih tinggal di pesantren. hafalan nadzom, juzama, pidato, cerdas cermat merupakan acara yang selalu kutunggu. karena disana aku bisa berkompetisi dengan teman-teman, dan aku adalah salah satu siswa berprestasi.
3.sungai. mungkin saat ini aku sudah tidak lagi mahir berenang di sungai, tapi saat itu sungai kecil yang mengalir dipertengahan kebun sawit merupakan tempat favorit untuk bermain, berenang dan memancing.
4. Lapangan. tempat dimana aku bisa berlari bebas saat bermain bola dan menerbangkan kreasi layang-layangku. 
seperti layang-layang terbang tinggi dan akhirnya ia akan kembali turun ke bumi. begitulah aku saat ini menuntut ilmu dengan semangat dan kembali untuk membangun negriku, menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar