Selasa, 20 Maret 2012

Bike to Campus

Yogyakarta belum bisa dikatakan ramah dengan para pengguna sepeda, meski fasilitas bagi para peseda telah dibuat dengan baik, seperti jalur sepeda ditandai dengan marka kuning di sepanjang jalan di kota budaya ini, jalur hijau khusus tempat pemberhentian sepeda hampir disetiap perempatan lampu merah, petunjuk jalan alternatif bagi para pengendara sepeda, namun kenyataan dilapangan toleransi bagi para                                       pengguna sepeda masih rendah.
seperti biasa setiap pagi, saya harus pergi ke kampus dengan menggunakan sepeda yang baru dibeli beberapa minggu lalu, saya berangkat dari asrama jam 6 pagi, bukan tanpa alasan, saya merasa sa'at itulah waktu yang tepat untuk pergi ke kampus, saya masih bisa menghirup udara segar dan ngonthel dengan tenang, sebelum akhirnya berganti dengan polusi dari bus dan kendaraan yang sering menyesakkan dada, di sa'at itu juga saya masih bisa menikmati gagahnya merapi yang mencengkram kota, sebelum akhirnya pandangan saya buyar karena harus konsentrasi untuk ngonthel, kota gudeg ini bisa dikatakan lebih baik daripada kota-kota lain di indonesia dalam pemberian tempat bagi para pesepeda, namun toleransi bagi para pengguna sepeda masih kurang, area jalur sepeda dijadikan tempat parkir, penanda jalan di coret-coret, area pemberhentian sepeda diserobot mobil dan motor, mirisnya pengguna sepeda di kota pelajar ini.
cerita berlanjut. ketika ngonthel ke kampus saya harus berjuang dengan kendaraan penghasil polusi, ditengah kemacetan ada aku dan sepedaku diantara pengguna kendaraan lainnya, saya merasa saat itu pengguna sepeda seperti saya merasa termarjinalkan.
Sebuah Mimpi
alangkah indah dan bahagianya bila di kota ini mempunyai jalur khusus bagi para pengguna sepeda yang dikelola dengan baik, ada tempat parkir khusus disetiap sudut kota, seperti di belanda atau di irlandia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar