Kamis, 22 Maret 2012

Community Development

Dalam konsep pembangunan masyarkat ada hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaannya, ada beberapa aspek yang tidak boleh dihilangkan atau diganti, selanjutnya disebut dengan prinsip umum pembangunan masyarakat (community development), jum Ife (1995) mengungkapkan 22 prinsip tentang community development, namun pada tulisan ini saya akan membahas 5 prinsip.
1. Menjunjung tinggi hak asasi manusia, community development menekankan pada hak asasi manusia, karena setiap orang mempunyai kedudukan yang sama dalam memperoleh hak, tidak ada klasifikasi antara si kaya dan si miskin, dalam pembangunan harus merata, seringkali dalam proses pembangunan masalah HAM tidak begitu diperhatikan.
2. Pembangunan terpadu dan seimbang, maksudnya dalam proses pembangunan tidak boleh ada ketimpangan, baik dalam proses pembangunan atau input dari proses pembangunan itu sendiri.
3. Keberlanjutan, prinsip ini menjadi penting karena dalam membangun masyarakat tidak hanya menjadi proses sesaat, namun bagaimana input yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat dan dapat menjadi berkelanjutan.
4. Pembangunan komunitas, merupakan stimulus dalam proses community development, dimana dimulai dari pembemntukan komunitas yang paling sederhana, misalnya keluarga.
5. Partisipasi, suatu proses pembangunan tidak akan sukses tanpa adanya partisipasi dari komunitas itu sendiri.

Dusun Poncolsari, Srandakan, Kabupaten Bantul. bisa dikatakan sebagai salah satu daerah yang berhasil mengembangkan masyarakatnya dengan prinsip-prinsip community development, khususnya dalam bidang peternakan.
berawal dari ketidaknyamanan warga, dengan kondisi kandang yang letaknya berdekatan dengan rumah, seperti bau dan kotor, maka atas inisiatif beberapa orang didirikanlah sebuah kelompok ternak, yang selanjutnya disebut K.P. Poncol Sari, lokasinya berdekatan dengan pantai, sejak didirikan pada tahun 1994 tepatnya tanggal 11 januari hingga saat ini telah memiliki 500 ekor sapi, fokus kelompok ternak ini adalah sapi potong. pada saat ini kelompok ternak tersebut beranggotakan 134 orang, menempati daerah seluas 1,5 hektar.
jika dilihat dari gambaran diatas, merupakan keberhasilan bagi warga sekitar karena telah mampu untuk menghimpun masyarakat berdasarkan partisipasi, karena sekali lagi partisipasi bukan paksaan tetapi naluri, keberhasilan karena telah mampu menyatukan pikiran menjadi sebuah gagasan yang cemerlang. salam sukses

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar