Senin, 06 Februari 2012

Memanusiakan Manusia


Saya adalah ketua dari F3A (free food for all indonesia)
suatu pagi dihari minggu, ini adalah hari yang bersejarah bagi F3A indonesia karena bisa melakukan aksi pertama dalam berbagi, sebagai ketua aku sangat bahagia ketika melihat para relawan yang membantuku mereka tidak mengharapkan apapun dariku, mereka begitu semangat, bahkan ada yang ketinggalan, dan ketika acara selesai : mas saya kok ga di ajak, aku bilang : nanti, tunggu season 2 ya, aku sangat bahagia mendapat dukungan dari mereka yang bersemangat dan berjiwa muda, terimakasih.aku optimis ini akan berlanjut seperti harapan para gelandangan yang kutemui saat aksi pertama dalam breakfast with F3A.
salah satu sesi yang kutunggu setelah acara breakfast, adalah cerita, yang bercerita bukan kami sebagai sukarelawan, tetapi mereka yang bercerita kepada kami. ada beberapa poin yang aku tangkap dari cerita mereka.
1. tentang rumah singgah, wanita yang menggendong anaknya (saya lupa namanya), sebetulnya ada rumah singgah, disana kami bisa makan gratis, dan begitu banyak kucuran dana yang masuk ke pengelola, kami hanya disuruh untuk ronda malam menjaga kolam lele. para dermawan itu mberikan bantuannya kepada kami bahkan kami sudah menandatangani bantuan itu,  uang tidak turun kepada kami, tetapi ke kantong para pengurus rumah singgah itu, itulah mengapa kami lebih baik hidup dijalanan, karena dijalan kami bisa mendapatkan uang untuk biaya sekolah anak saya.
2. tentang mimpi, evrybody have dreams, termasuk mereka yang hidup diljalan, tidak ada yang pernah bermimpi bahwa suatu saat nanti kami akan hidup menggelandang dijalan seperti ini, tidur di emperan toko bergulat dengan suasana malam yang dungin, kami ingin ada dermawan yang memberi kami modal untuk berdagang. agar kami menjadi lebih baik,
3. tentang anak, saya mempunyai dua orang anak, sekarang anak perempuan saya sudah kelas tiga SMP dan sebentar lagi akan melnjutkan ke SMA. sedangkan adiknya berusia 3,5 tahun, yang selalu saya bawa ketika ngamen, saya ngamen dari rumah ke rumah, hal yang paling menyakitkan adalah ketika mereka bilang kepada saya bahwa anak yang saya gendong adalah anak sewaan, biarlah saya tidak diberi tapi tolong jangan katakan kalau ini anak sewaan, sakit hati saya.
           itulah mengapa aku bersemangat untuk mendirikan organisasi ini, aku ingin memberikan pelayanan yang terbaik, tidak harus menjadi kaya untuk mulai berbagi, begitu banyak orang-orang yang membutuhkan tetapi terkadang kita acuh terhadap penderitaan mereka, tak sedikit dari kita menghina mereka, membenci kehidupan mereka, tidak memanusiakan manusia. mereka ada disekitar kita.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar